Langkah ini diambil setelah perusahaan tersebut membuktikan kemampuan manufakturnya melalui pabrik berteknologi tinggi di Hai Phong, yang kini menjadi simbol kemajuan industri otomotif Vietnam di kancah global.
Pabrik VinFast di kawasan Cat Hai, Hai Phong, yang seluas 335 hektare, diketahui berdiri hanya dalam waktu 21 bulan dan kini menjadi salah satu fasilitas kendaraan listrik tercanggih di Asia Tenggara.
CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, mengatakan keputusan untuk berekspansi diambil setelah perusahaan melihat potensi besar Indonesia sebagai basis produksi kendaraan listrik masa depan.
"Indonesia memiliki kombinasi ideal. Yaitu, pasar domestik yang besar, tenaga kerja muda yang dinamis, dan komitmen pemerintah terhadap pengembangan industri EV. Semua faktor ini membuat kami yakin bahwa Indonesia adalah tempat yang tepat untuk membangun pabrik baru VinFast," ujarnya di Jakarta, Minggu (12/10).
Ia menambahkan, ekspansi ini bukan hanya soal memperluas pasar, tetapi juga membangun fondasi industri kendaraan listrik yang berkelanjutan di kawasan. Pabrik VinFast di Indonesia nantinya dirancang dengan prinsip serupa seperti di Hai Phong yang efisien, terintegrasi, dan berbasis digital.
Perusahaan juga berencana menggandeng mitra lokal, termasuk produsen komponen dalam negeri dan lembaga pendidikan vokasi, untuk memastikan transfer teknologi dan peningkatan keterampilan tenaga kerja Indonesia.
"Ekspansi VinFast ke Indonesia juga diproyeksikan memperkuat posisi kawasan sebagai pusat produksi kendaraan listrik Asia Tenggara. Dengan fasilitas produksi di dua negara, perusahaan ini akan memiliki kemampuan strategis untuk menjangkau pasar ASEAN, Australia, hingga Timur Tengah," tuturnya.
Editor : Redaksi Lombok Post