LombokPost–Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Mataram menjamin asupan nutrisi optimal bagi siswa.
Kepala Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kota Mataram, Hermawan Riadi, mengungkapkan bahwa menu harian MBG disusun ketat dan bervariasi setiap harinya oleh ahli gizi.
"Jadi itu sudah ada siklus menunya. Menu bervariasi tiap harinya," kata Hermawan pada Kamis (16/10), menegaskan komitmen program terhadap kualitas gizi.
Para ahli gizi bertugas membuat siklus menu yang dipastikan tidak berulang, sehingga siswa selalu mendapatkan sajian yang berbeda setiap hari.
Untuk meningkatkan minat makan siswa, sistem evaluasi ketat diterapkan. Sisa makanan (sismak) yang kembali dari sekolah akan dikaji oleh ahli gizi. Selain itu, SPPG juga menyebar kuesioner mingguan kepada pihak sekolah untuk mengetahui jenis makanan yang kurang diminati.
"Misalnya seperti tempe banyak yang tidak minat, nanti dikurangi. Agar kita bisa atur untuk gizi dan nutrisi bisa didapatkan tapi dalam bentuk makanan yang lebih menarik," jelasnya.
Program MBG dinilai berhasil meningkatkan gairah belajar para siswa. Hermawan mencatat, siswa yang awalnya jarang masuk sekolah atau lemas saat belajar, kini menjadi lebih bersemangat.
Selain dampak pendidikan dan kesehatan, MBG juga berkontribusi pada dampak ekonomi lokal. SPPG mewajibkan semua supplier untuk membeli bahan baku langsung dari UMKM lokal.
"Jadi tetap meminta untuk UMKM lokal itu masuk ke supplier," pungkasnya.
Perluas Jangkauan
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan MBG ke daerah lain.
Program ini dirancang agar siswa di berbagai wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan.
Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Meutya.
Editor : Akbar Sirinawa