LombokPost – Pemerintah Kota Mataram melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengumumkan status siaga penuh menyusul masuknya periode musim peralihan dari kemarau pendek menuju musim hujan. Langkah antisipasi dini difokuskan pada pencegahan banjir dan genangan, terutama di wilayah dengan topografi rendah.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Ahmad Muzakki, menegaskan bahwa Pemkot telah menggerakkan dinas teknis untuk melakukan upaya mitigasi.
“Langkah pencegahan sudah kita lakukan sedini mungkin. Sodetan dan pembersihan terhadap selokan saluran. Bila perlu kalau bisa diperbaiki,” kata Muzakki.
Muzakki menjelaskan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah dikerahkan untuk melakukan pekerjaan sodetan dan pembersihan saluran air secara masif.
Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi genangan, khususnya di wilayah selatan Mataram, seperti kawasan Sekarbela yang secara historis dikenal rawan banjir.
Ia mencontohkan, kekhawatiran masyarakat sempat muncul saat hujan lebat melanda Mataram akhir pekan lalu. Namun, genangan parah berhasil dihindari berkat upaya pembersihan saluran yang telah dilakukan sebelumnya.
BPBD Mataram menyoroti perubahan positif pada sikap masyarakat pascabanjir besar yang pernah melanda kota.
Muzakki menilai kekhawatiran yang kini muncul di tengah warga justru menjadi hikmah dan bentuk dukungan yang efektif dalam upaya mitigasi bencana.
"Alhamdulillah masyarakat kita sudah baru hujan sedikit sudah mulai khawatir. Kalau dulu tidak peduli," katanya.
Baca Juga: BPBD Mataram: Satu Hektare Lahan Sawah Terancam Gagal Panen
Terkait kondisi cuaca, BPBD Mataram juga secara berkala merilis informasi cuaca terkini, khususnya potensi ketinggian curah hujan. Informasi ini dikirim per tiga hari dan menjadi acuan utama bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Selain risiko banjir, potensi bencana hidrometeorologi lain yang diwaspadai adalah pohon tumbang akibat angin kencang. Meskipun cuaca angin kencang umumnya terjadi pada November-Desember, Muzakki mengimbau warga tetap melakukan antisipasi.
"Kita perlu antisipasi. Teman-teman di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), perantingan. Karena cuaca angin kan,” jelasnya.
BPBD juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Perikanan untuk menyampaikan imbauan kepada wisatawan dan nelayan di daerah-daerah pariwisata agar mengutamakan keselamatan selama musim peralihan.