Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Waspada Bencana dan Genangan: Pemkot Mataram Dirikan Posko Kesiapsiagaan, Fokus Bersihkan Saluran Air

Sanchia Vaneka • Rabu, 22 Oktober 2025 | 23:39 WIB


Sekelompok anak-anak bermain bola di tengah lapangan saat hujan.
Sekelompok anak-anak bermain bola di tengah lapangan saat hujan.


LombokPost – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram meningkatkan status siaga bencana menyusul hujan lebat disertai petir yang kembali mengguyur dalam beberapa hari terakhir.

Langkah cepat diambil, mulai dari pendirian posko di seluruh tingkatan pemerintahan hingga memastikan seluruh sarana penanganan bencana berada dalam kondisi prima.

Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang menegaskan bahwa kesiapsiagaan ini adalah tindak lanjut arahan Wali Kota Mataram.

"Cuaca tentu kita tidak bisa mengendalikannya, tetapi mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kesiapsiagaan kita terhadap itu semua menjadi kondisi yang harus diciptakan,” kata Martawang, Rabu (22/10).

Martawang menjelaskan, kesiapsiagaan mencakup koordinasi, komunikasi, kesiapan personel, dan sarana prasarana.

Langkah konkret pertama adalah mendirikan Posko Kesiapsiagaan Bencana mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota.

Posko utama kota akan dioptimalkan di BPBD Kota Mataram, namun dapat dipindahkan ke kantor wali kota jika eskalasi bencana meningkat. 

Kesiapan logistik juga menjadi sorotan. Martawang mewanti-wanti agar peralatan vital seperti gergaji mesin (chainsaw) selalu siap digunakan.

“Jangan sampai senso kita macet-macet, giginya sudah ompong. Minyaknya habis, olinya habis. Semua harus berada dalam posisi ready di posko-posko yang kita miliki," ujarnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya mobilisasi dan partisipasi masyarakat melalui gotong royong membersihkan lingkungan.

Secara terpisah, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Ahmad Muzakki, menyatakan fokus utama Pemkot adalah pencegahan banjir dan genangan air, terutama di wilayah rawan seperti Sekarbela.

"Langkah pencegahan sudah kita lakukan sedini mungkin. Sodetan dan pembersihan terhadap selokan saluran. Bila perlu kalau bisa diperbaiki,” kata Muzakki.

Dinas teknis seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah dikerahkan secara masif untuk melakukan sodetan dan pembersihan saluran air.

Upaya ini membuahkan hasil, terbukti saat hujan lebat akhir pekan lalu, genangan signifikan tidak terjadi di Sekarbela.

Martawang menambahkan, koordinasi antarwilayah dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga sangat penting. Hal ini untuk mengantisipasi air kiriman dari wilayah hulu.

“Kalau debit air di wilayah atas tinggi, kan air ini akan mengikuti alurnya dan kita dalam posisi yang rendah di Kota Mataram ini harus betul-betul menyiapkan diri," pungkasnya.

Muzakki menutup dengan mengapresiasi perubahan sikap masyarakat yang kini lebih waspada terhadap tanda-tanda hujan lebat.

"Alhamdulillah masyarakat kita sudah, baru hujan sedikit sudah mulai khawatir. Kalau dulu tidak peduli,” tandasnya. (*) 

Editor : Marthadi
#musim hujan #Pemkot Mataram #BPBD #Hujan #Bencana