LombokPost - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menegaskan komitmennya untuk mentransformasi pendidikan tinggi di wilayahnya. Hal ini diwujudkan melalui Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Tahun 2025 yang diselenggarakan di Auditorium H. Anwar Ikraman, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) pada Senin (27/10).
Mengusung tema "Penguatan Pendidikan Tinggi Berdampak Melalui Transformasi Digital, Riset Inovatif, dan Akreditasi Unggul," kegiatan ini mempertemukan seluruh Ketua Badan Penyelenggara dan Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di bawah binaan LLDIKTI Wilayah VIII.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Prof. Ir. Togar Mangihut Simatupang, M.Tech., Ph.D., yang hadir memberikan arahan.
“Kemdiktisaintek mendorong pendidikan tinggi yang adaptif dan berdampak. Tidak hanya berfokus pada angka namun juga kualitas, dengan arah Sustainable Development Goals (SDGs). Diktisaintek Berdampak merupakan semangat transformasi pendidikan tinggi agar lebih memberikan dampak baik dari segi sosial, ekonomi dan nasional," katanya, kemarin (27/10).
Kolaborasi dengan seluruh stakeholder pemerintah daerah, dunia industri, dan masyarakatdiharapkan dapat melahirkan lembaga pendidikan yang berkualitas, siap mencetak lulusan yang berkontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi S.T,.M.T, menyebut Rakerwil ini sebagai momentum penting untuk menyatukan visi dan mempertegas komitmen.
Baca Juga: LLDIKTI Wilayah VIII Gelar Pendampingan Dana Hibah Penelitian dan PkM di Universitas Hamzanwadi
Meskipun kualitas LLDIKTI Wilayah VIII terus menunjukkan peningkatan, Bagus Eratodi mengakui masih adanya kendala yang dihadapi sejumlah PTS dalam proses akreditasi.
“Untuk itu, LLDIKTI VIII telah menyiapkan program pendampingan akreditasi secara langsung untuk mempercepat dan mengefektifkan proses menuju peringkat Unggul,” jelasnya.
Dalam laporannya, Bagus Eratodi juga menyoroti data SDM dosen. Dari total 7.342 dosen di wilayah Bali dan NTB, 96% dosen PNS telah tersertifikasi, namun dosen non-PNS yang tersertifikasi baru mencapai 55%.
“Kami terus mendorong agar para dosen non-PNS meningkatkan karier akademiknya dan aktif dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. LLDikti VIII juga melaksanakan pendampingan karier dosen untuk membantu proses kenaikan jabatan fungsional dan memahami mekanisme sertifikasi dosen dengan lebih baik," jelasnya.
Rangkaian Rakerwil dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi I berfokus pada Kebijakan Nasional dan Penguatan Mutu, menampilkan pemateri dari Dewan Eksekutif BAN-PT, Prof. Agus Muntohar, yang membawakan materi "Akreditasi Unggul," dan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikti Saintek, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., yang membahas "Transformasi Digital dan Riset Inovatif" secara daring.
Sesi II dilanjutkan dengan interaktif session bersama ESQ Leadership Center yang dibawakan oleh Bapak Bramanto Wibisono, diikuti dengan Forum Diskusi Kelompok (FGD) bertema “Strategi Implementasi Penguatan Pendidikan Tinggi Berdampak bagi PTS di Lingkungan LLDIKTI Wilayah VIII.”
Melalui kegiatan ini, LLDIKTI Wilayah VIII berharap seluruh pimpinan PTS di Bali dan NTB dapat memperkuat tata kelola yang unggul dan berkontribusi nyata dalam meningkatkan daya saing global, sesuai dengan cita-cita luhur pendidikan bangsa. (chi)
Editor : Jelo Sangaji