Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Waspada! Mataram Tetapkan Status Siaga Bencana Mulai November 2025

Sanchia Vaneka • Rabu, 29 Oktober 2025 | 09:48 WIB

 

Masuk dalam musim peralihan
Masuk dalam musim peralihan


LombokPost – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram segera menetapkan status siaga bencana banjir dan longsor menyusul peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait peningkatan intensitas hujan mulai awal November 2025.

Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif untuk menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada Januari 2026.

Kepala BPBD Kota Mataram Ahmad Muzakki, mengungkapkan bahwa status siaga akan dikeluarkan pada awal November.

"Kita kemungkinan akan mengeluarkan status siaga. Nanti eskalasinya kalau dia meningkat baru kita tingkatkan statusnya. Prosedurnya, kita siaga dulu," kata Muzakki, kemarin (28/10).

Fokus utama Pemkot Mataram saat ini adalah mitigasi dan antisipasi dini sesuai arahan Wali Kota.

Muzakki menekankan bahwa upaya antisipasi tidak boleh menunggu hujan turun. Seluruh Camat dan Lurah telah diinstruksikan untuk segera mengambil langkah konkret di tingkat wilayah.

Baca Juga: Perbaikan Dua Jembatan Terdampak Banjir Mataram Segera Dimulai

Langkah-langkah kesiapsiagaan di tingkat kelurahan meliputi pengaktifan Pos Komando (Posko) tingkat kelurahan; Optimalisasi grup-grup komunikasi cepat (seperti WA Group) di tingkat lingkungan; dan mendorong masyarakat mengaktifkan kegiatan gotong royong rutin untuk membersihkan saluran air dan lingkungan guna mencegah sumbatan yang memicu banjir.

Selain ancaman banjir akibat luapan sungai di daerah dataran, BPBD Kota Mataram juga memberikan perhatian serius pada potensi banjir rob di wilayah pesisir pantai. Fenomena banjir pasang air laut ini diperkirakan akan terjadi mulai minggu ketiga November.

Untuk menghadapi dua ancaman bencana ini, BPBD Mataram memastikan kesiapan peralatan dan sumber daya. Muzakki melaporkan bahwa BPBD telah siap, termasuk dengan penambahan perlengkapan seperti senso, penambahan armada perahu karet, dan penambahan personel kesiapsiagaan.

Mengingat posisi Kota Mataram sebagai wilayah hilir, koordinasi dengan daerah hulu menjadi kunci strategis.

Minggu depan, Pemkot Mataram, melalui koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah, akan menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan bahkan Lombok Tengah.

"Kita akan berkoordinasi dengan wilayah Kabupaten Lombok Barat, terkait pintu air dan informasi jika terjadi hujan lebat di daerah hulu. Karena kita ini kan hilir," tambahnya. 

Editor : Jelo Sangaji
#BPBD #Mataram