LombokPost – Sebanyak 655 tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kota Mataram kini menghadapi evaluasi ketat yang akan menentukan nasib kontrak kerja mereka.
Untuk merapikan administrasi dan memberikan kepastian kebijakan, Inspektorat Kota Mataram akan segera diterjunkan ke seluruh unit kerja—mulai dari dinas hingga kelurahan—untuk menyisir status, kinerja, dan legalitas pengangkatan para pegawai non-ASN tersebut.
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menegaskan bahwa langkah ini harus diambil untuk memastikan efektivitas dan kedisiplinan pegawai honorer.
"Nanti inspektor akan turun dulu ya, untuk mengecek di dinas-dinas sampai di kelurahan. Untuk mengecek keberadaan tenaga-tenaga honorer yang tersebar yang 655 orang itu,” kata Mohan Roliskana.
Pengecekan yang dilakukan Inspektorat bukanlah sekadar audit daftar hadir. Evaluasi ini mencakup berbagai variabel penting yang akan menjadi dasar pengambilan kebijakan, termasuk potensi pemutusan kontrak.
Inspektorat akan mendalami:
* Status dan Keberadaan: Apakah pegawai tersebut benar-benar ada dan bekerja aktif.
* Mekanisme Pengangkatan: Bagaimana proses pengangkatan mereka dilakukan dan siapa pihak yang bertanggung jawab.
* Evaluasi Kinerja: Bagaimana tingkat kedisiplinan dan kontribusi mereka di unit kerja masing-masing.
"Nanti kan tentu ada variabelnya, komponen penilaiannya nanti inspektorat yang akan menjadi bahan untuk kami nanti pada akhirnya untuk mengambil langkah kebijakan terhadap tenaga honorer kita ini," tegas Mohan.
Wali Kota tidak menutup kemungkinan adanya tenaga honorer yang kontraknya tidak akan diperpanjang. Keputusan ini sepenuhnya akan didasarkan pada hasil penilaian Inspektorat.
Meskipun melakukan penyisiran ketat, Mohan Roliskana menepis kekhawatiran terkait kemampuan fiskal daerah untuk menggaji para honorer.
Ia memastikan Pemkot Mataram secara finansial masih sanggup menanggung gaji 655 pegawai non-ASN ini, meskipun terjadi pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD).
"Artinya kita masih punya, kita masih lah insyaallah bisa siap untuk gaji mereka. Cuman kan sekarang kita melakukan penerimaan dulu terhadap keberadaan tenaga honorer kita ini," pungkasnya.
Secara terpisah, Plt Inspektur Inspektorat Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati, menyatakan bahwa timnya siap dan segera akan turun lapangan untuk melaksanakan perintah tersebut.