LombokPost – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram mengambil langkah strategis untuk menekan biaya operasional pembakaran sampah di TPS Sandubaya.
Setelah berhasil menunjukkan penyusutan tumpukan sampah berkat penggunaan insinerator, DLH kini mengalokasikan anggaran untuk mengganti bahan bakar minyak (BBM) genset dengan tenaga listrik.
Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, dengan tegas membantah anggapan bahwa tumpukan sampah di lokasi tersebut tidak berkurang. Ia menekankan bahwa pengurangan volume sampah telah terjadi secara signifikan sejak insinerator mulai beroperasi.
”Saya tidak setuju kalau disebut tidak berkurang ya. Di sana itu berkurang dari awal, setiap hari itu banyak berkurangnya,” katanya.
Sebelum alat pembakar dioperasikan, ketinggian tumpukan sampah di TPS Sandubaya sempat mencapai lima meter. Berkat pembakaran intensif, ketinggian tersebut kini mulai menurun. Insinerator DLH dilaporkan mampu membakar sampah hingga 10 ton per hari.
Saat ini, operasional insinerator masih bergantung pada genset yang membutuhkan sekitar 15 liter BBM untuk dua kali pembakaran harian. Untuk efisiensi biaya yang signifikan, DLH melalui APBD Perubahan 2025 telah mengalokasikan dana untuk pemasangan listrik.
"Kita anggarkan pada ABT ini. Sedang proses listriknya, insya Allah November ini sudah terpasang,” ungkap Denny.