Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Strategi Pemprov NTB Perkuat Kedaulatan Pangan, Perbaiki Infrastruktur untuk Akses Ekonomi dan Sosial Masyarakat

Lombok Post Online • Senin, 17 November 2025 | 10:59 WIB

 

INFRASTRUKTUR: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal didampingi Kepala Dinas PUPR NTB Sadimin saat meninjau sejumlah proyek strategis di Pulau Sumbawa.
INFRASTRUKTUR: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal didampingi Kepala Dinas PUPR NTB Sadimin saat meninjau sejumlah proyek strategis di Pulau Sumbawa.
 

LombokPost - Pemerintah Provinsi NTB terus mendorong penguatan kedaulatan pangan daerah. Salah satu strategi yang dilakukan yakni rehabilitasi jaringan irigasi dan rekonstruksi jalan dan jembatan. 

Hal tersebut sesuai dengan program pemerintah pusat dan menjadi program unggulan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri yang tertuang dalam RPJMD Provinsi NTB Tahun 2025-2029. 

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, sejumlah proyek strategis yang dilakukan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa telah mendapatkan atensi dari Kementerian PUPR dengan melakukan kunjungan ke NTB. 

Menteri PUPR Dody Hanggodo saat kunjungan ke NTB menegaskan, kunjungannya bertujuan untuk memastikan pelaksanaan proyek sesuai arahan pemerintah pusat. Dan memastikan pelibatan masyarakat lokal dalam setiap kegiatan pembangunan.

Sejumlah proyek strategis tersebut, di antaranya proyek rehabilitasi irigasi, rekonstruksi jalan dan jembatan. “Kami mendampingi pak menteri PUPR untuk meninjau revitalisasi irigasi yang sudah ada, namun tidak lagi berfungsi optimal. Sekarang sedang direvitalisasi dengan melibatkan masyarakat lokal,” katanya.

Gubernur Iqbal menambahkan, menteri PUPR juga meninjau sejumlah titik strategis di Pulau Sumbawa. Salah satunya lokasi rencana pembangunan bendungan baru, serta proyek jalan penghubung antarkabupaten.

“Salah satu prioritas pembangunan ke depan adalah peningkatan akses jalan alternatif. Salah satunya jalur tengah di Lombok yang sudah padat. Hal ini juga telah dibahas dan mendapat arahan langsung dari menteri PUPR,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Iqbal juga meninjau jalan Simpang Pototano-Simpang Seteluk dan Pohgading-Tanjung Geres. Kedua infrastruktur ini telah mengalami kerusakan cukup lama.

Menurut Gubernur Iqbal, Pemprov NTB akan terus memperhatikan infrastruktur untuk kelancaran pergerakan roda ekonomi dan akses sosial masyarakat. “Insya Allah, kondisi jalan di Pohgading hingga Tanjung Geres akan selesai pada bulan Desember,” katanya.

Perbaikan ini diharapkan membawa dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam memudahkan mobilitas harian serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR NTB Sadimin menjelaskan, selama tahun 2025, Dinas PUPR melaksanakan sejumlah proyek fisik dalam rangka mewujudkan penguatan kedaulatan pangan.

“Tahun 2025 Dinas PUPR NTB melaksanakan proyek strategis daerah bidang irigasi, rekonstruksi jalan dan jembatan,” katanya.

Proyek rehabilitasi jaringan irigasi tersebut, di antaranya jaringan irigasi Maronggek Ompleks, Kecamatan Sikur, Lombok Timur. Jaringan irigasi sepanjang 3869,94 meter ini mengairi lahan seluas 378 hektare.

Selain itu, rehabilitasi jaringan irigasi Santong, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara. Irigasi sepanjang 2.140,17 meter ini mengairi lahan seluas 468,670 hektare.

Selanjutnya rehabilitasi jaringan irigasi Kadindi, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Daerah yang berada di lereng Gunung Tambora ini lahannya sangat subur. Sementara salurannya sempit dan rusak sehingga aliran air tidak lancar.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

“Ada tiga jaringan irigasi yang akan direhabilitasi. Meliputi Kadindi Atas, Kadindi Tengah, dan Kadindi Bawah dengan panjang 3.271 meter dengan luas lahan 472 hektare,” katanya.

Selain rehabilitasi irigasi, Dinas PUPR NTB juga melakukan pengerjaan konstruksi jalan yang berlokasi di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Di antaranya rekonstruksi ruas jalan Simpang Tano-Simpang Seteluk, Kecamatan Poto Tano dan Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa Barat.

Ruas jalan ini menghubungkan dua ruas jalan negara. Yakni Jalan Poto Tano-Simpang Negara dengan Simpang Negara-Taliwang sepanjang 3,8 km.

Proyek ini akan memperlancar perjalanan ke Kabupaten Sumbawa Barat dan mengatasi banjir di Desa Tambaksari, Kecamatan Poto Tano.

Dinas PUPR NTB juga merekonstruksi ruas jalan Tanjung Geres-Pohgading-Pringgabaya, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur.

Ruas jalan Tanjung Geres-Pohgading sepanjang 4,0 km ini kondisinya rusak berat. ”Perbaikan jalan ini akan memperlancar perjalanan dan memperpendek waktu tempuh mulai dari Pelabuhan Lembar ke Pelabuhan Kayangan melalui akses jalan provinsi dari ruas Batu Jahe-Praya-Keruak-Labuhan Haji-Pohgading-Pringgabaya-Kayangan,” katanya.

Jalur ini juga diharapkan menjadi triger pengembangan wilayah pesisir bagian timur untuk mendukung kedaulatan pangan, budi daya perikanan, dan pariwisata.

Dinas PUPR NTB juga menangani long segmen ruas jalan Lenangguar-Lunyuk, Segmen Lenangguar Lunyuk km 69 sampai 71 Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa.

Pengerjaan ini menangani dua titik tebing yang kondisi tanahnya terus bergerak dan longsor karena tebingnya curam.

Jika jalan ini tidak ditangani secara kontinyu dan tidak bisa dilalui, warga Kecamatan Lunyuk yang ingin ke Kabupaten Sumbawa harus melalui Sumbawa Barat dengan waktu tempuh lima sampai enam jam.

Sementara itu, Dinas PUPR NTB juga melakukan pemeliharaan berkala jalan Batu Nyale-Sengkol, Lombok Tengah. Kondisi jalan ini rusak berat akibat kondisi tanah dasar yang kurang baik. Diperparah dengan posisi galian pipa yang kurang memenuhi syarat kedalaman.

Selain itu, Dinas PUPR NTB juga melakukan penggantian Jembatan Doro O,o, Desa Doro O,o, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. Jembatan ini rusak bertahun-tahun akibat diterjang banjir.

Kerusakan diperparah dengan sedimentasi sehingga air akan masuk menggenangi permukiman dan area pertanian saat hujan dan air laut pasang.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

Jembatan ini merupakan objek vital bagi warga Langgudu dan Monta. Sekaligus jadi penyangga dan ekonomi masyarakat di sektor kelautan dan pertanian.

“Dengan diperbaikinya jembatan ini diharapkan aktivitas masyarakat menjadi semakin lancar dan perekonomian semakin tumbuh,” katanya.

Selanjutnya penggantian jembatan Selong Belanak, Jalan Pariwisata Selong Belanak-Kuta, Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat, Loteng.

Jembatan dan jalan ini rusak akibat banjir yang terjadi tahun 2024. Jembatan ini adalah objek vital yang menghubungkan antara Kute dan Selong Belanak, sekaligus pendukung pengembangan daerah pariwisata Prioritas Mandalika dan sekitarnya. (lil/r3)

Editor : Jelo Sangaji
#Proyek #Sumbawa #NTB #Lombok #revitalisasi