Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

WOW! Pertamina Temukan Harta Karun Terbesar Selama 1 Dekade

Fratama P. • Rabu, 19 November 2025 | 18:57 WIB
Pertamina temukan harta karun
Pertamina temukan harta karun

LombokPost - PT Pertamina (Persero) mengumumkan pencapaian monumental di sektor hulu migas, yakni penemuan cadangan yang diklaim sebagai temuan terbesar dalam sepuluh tahun terakhir.

Temuan Pertamina ini berupa migas nonkonvensional (MNK) dengan potensi mencapai 724 juta barel setara minyak (BOE) dari satu struktur saja di Wilayah Kerja (WK) Rokan.

Wakil Direktur Utama (Wadirut) Pertamina, Oki Muraza, memaparkan temuan yang ia sebut sebagai largest discovery tersebut saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta Pusat, Rabu (19/11).

"Di sektor hulu migas, kita berhasil menemukan the largest discovery dalam 10 tahun terakhir. Kita berhasil menemukan migas nonkonvensional atau MNK di WK Rokan," ungkap Oki.

Ia menambahkan, potensi MNK di Indonesia secara keseluruhan diperkirakan jauh lebih besar, menjadikan penemuan ini salah satu yang terbesar, baik konvensional maupun nonkonvensional, di Pertamina Group.

Temuan fantastis ini berasal dari Sumur Gulamo DET-1, yang sebelumnya telah diumumkan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) pada November 2024.

Sumur ini dicatat sebagai sumur MNK pertama di Indonesia yang berhasil membuktikan adanya aliran hidrokarbon yang mengalir ke permukaan.

Migas Nonkonvensional (MNK) dan Teknik Produksi

Migas Nonkonvensional (MNK) didefinisikan sebagai cadangan migas yang terbentuk dan terperangkap pada batuan reservoir berbutir halus dan berpermeabilitas rendah di dalam zona kematangan.

Jenis MNK meliputi shale oil, shale gas, tight sand oil, tight sand gas, gas metana batu bara, dan methane-hydrate 

MNK hanya akan ekonomis jika diproduksi menggunakan teknik pengeboran horizontal yang dikombinasikan dengan teknik stimulasi yang disebut hydraulic fracturing.

Penemuan ini membuktikan keberhasilan upaya Pertamina dalam mengembangkan sumber daya migas nonkonvensional di Tanah Air. 

Strategi Mengurangi Ketergantungan Impor LPG

Di sisi lain, Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini, memaparkan strategi perseroan untuk mengurangi atau melepaskan ketergantungan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Emma menjelaskan bahwa untuk menggantikan dan mengurangi porsi impor LPG, Pertamina telah memasukkan program strategis yang meliputi pembangunan LPG Plant.

Selain itu, Pertamina juga berencana menggunakan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai substitusi LPG.

Upaya ini akan diperkuat dengan pengembangan Jaringan Gas Kota.

Program substitusi Pertamina dan pengurangan impor LPG ini akan dilakukan melalui kolaborasi antara subholding upstream (hulu) dan subholding PGN (Perusahaan Gas Negara).***

Editor : Fratama P.
#pertamina