Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bukan Cuma Flu! Dinkes Wanti-wanti Warga Waspada ISPA & Penyakit Psikosomatis di Musim Pancaroba

Lombok Post Online • Sabtu, 22 November 2025 | 11:24 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

LombokPost – Memasuki musim pancaroba, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram mendesak masyarakat untuk tidak hanya fokus pada kebugaran fisik, tetapi juga pada kesehatan mental.

Kepala Dikes Kota Mataram, dr. Emirald Isfihan, menekankan bahwa tantangan di musim transisi ini menuntut upaya ekstra dengan menerapkan pola hidup sehat yang seimbang.

Pola hidup sehat yang wajib diterapkan warga Mataram kini mencakup lima pilar utama: Olahraga Rutin, Makan Seimbang dan Bergizi, Minum Air Putih yang Banyak, Istirahat Cukup, Mengelola Stres (Pilar yang Paling Utama).

 Baca Juga: Dikes: Waspadai Penyakit ISPA

“Kelola stres itu utama. Karena sekarang kita berada di zaman yang mungkin tidak menentu. Isu kesehatan mental menjadi isu yang sangat penting,” tegas dr. Emirald, Jumat (21/11).

Dampak Stres: Memicu Psikosomatis

Emirald menjelaskan, tekanan hidup dan pola pekerjaan yang tidak menentu dapat memicu penumpukan stres jangka panjang.

Dalam ilmu kedokteran, stres memiliki dampak yang sangat besar, tidak hanya memperburuk kondisi fisik yang sudah sakit, tetapi bahkan dapat menyebabkan penyakit yang secara fisik seharusnya tidak ada, sebuah kondisi yang dikenal sebagai Psikosomatis.

 Baca Juga: Cuci Hidung Sebagai Bagian Dari Pencegahan dan Penyembuhan Penyakit ISPA

"Tidak ada penyakit, tapi memang merasa diri itu sakit. Kenapa? Jadi pikiran itu,” jelasnya.

Untuk mendukung pengelolaan stres, Dinkes mengimbau masyarakat agar tidak memendam masalah sendirian dan memanfaatkan saluran komunikasi terbuka.

Dinkes Mataram pun telah memfasilitasi kebutuhan ini dengan membuka ruang konsultasi rutin di fasilitas kesehatan, bahkan menyediakan layanan konsultasi online dengan dokter jiwa di rumah sakit.

Lonjakan ISPA dan Gejala Mudah Dikenali

Di musim pancaroba, penyakit berbasis lingkungan cenderung melonjak. Di Mataram, penyakit yang paling banyak muncul adalah DBD, ISPA, dan diare.

ISPA: Kasus ISPA mengalami peningkatan signifikan, dari akumulasi 1.700 kasus, melonjak menjadi 2.700 kasus dalam satu bulan.

Lonjakan ini didominasi oleh kasus Influenza A, yang termasuk self-limiting disease (penyakit yang dapat sembuh sendiri).

DBD: Kasus DBD masih berada di angka 500-an.

Emirald menegaskan bahwa gejala awal penyakit seperti ISPA dan DBD sangat mudah dikenali.

Untuk meminimalisir risiko, masyarakat didorong proaktif melalui: menjaga kebersihan pribadi, melakukan penyehatan lingkungan, serta memastikan terpenuhinya makanan seimbang yang bergizi. (chi/r3)

Editor : Kimda Farida
#ispa #penyakit #stres #Dokter #pancaroba