Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kronologi Lengkap Pembunuhan Bocah Alvaro Kiano Oleh Ayah Tiri Hingga Ditemukan Tinggal Kerangka

Fratama P. • Selasa, 25 November 2025 | 04:33 WIB
Kronologi pembunuhan Alvaro Kiano
Kronologi pembunuhan Alvaro Kiano

LombokPost - Kisah pilu menimpa Alvaro Kiano Nugroho, bocah berusia enam tahun, yang dilaporkan hilang tanpa jejak selama delapan bulan.

Ketika akhirnya ditemukan, Alvaro Kiano sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan hanya menyisakan kerangka.

Hasil penyelidikan kepolisian mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa Alvaro Kiano diculik dan tewas di tangan ayah tirinya sendiri, yang diidentifikasi bernama Alex.

Nenek Alvaro Kiano, Sayem (53), menjelaskan kronologi tragis yang menimpa cucunya.

Menurut keterangan yang ia terima dari pihak kepolisian, Alvaro Kiano meninggal dunia hanya sehari setelah ia dijemput oleh ayah tirinya dari Masjid Jami Al-Muflihun, Pesanggrahan, pada 6 Maret 2025.

"Kata Pak polisi itu tanggal 7-nya (cucu saya meninggal)," kata Sayem saat ditemui pada Senin (24/11).

Janji Mainan Berujung Emosi dan Kematian

Sayem menuturkan, Alex menjemput Alvaro Kiano dari masjid dengan iming-iming akan dibelikan mainan.

Janji ini berhasil membuat bocah tersebut mau diajak pergi bersamanya.

"Karena anak itu kan dijemput di Masjid mau diperjanjikan dibeliin mainan. Langsung dibawa pulang, makanya mau," ucap Sayem.

Namun, keesokan harinya, Alvaro Kiano disebut terus menangis lantaran mencari kakeknya yang biasa ia panggil "bapak".

Tangisan tanpa henti inilah yang diduga kuat memicu emosi Alex.

Dalam keadaan kalut, Alex menutup mulut Alvaro Kiano menggunakan handuk.

Akibat tindakan fatal tersebut, Alvaro Kiano meninggal dunia.

"Mungkin katanya Alex kesel, gitu. Terus dikep pakai anduk mulutnya. Terus Alex sendiri ngomong kalau itu tuh enggak sengaja, gitu. Maksudnya cuma ini kok ternyata sudah enggak ada, katanya," ungkap Sayem menirukan pengakuan yang didapat dari keterangan pelaku.

Upaya Penyembunyian Jasad di Bogor

Setelah mengetahui Alvaro Kiano tak bernyawa, Alex disebut dilanda kepanikan.

Ia kemudian membawa dan menitipkan jasad anak tirinya itu ke rumah adiknya yang berada di daerah Bogor.

"Terus dibawa, dititipin di adiknya di daerah Bogor, katanya. Dalam keadaan sudah ditemukan. Tapi itu pun juga nyuruh orang, enggak dia sendiri. Takut ketahuan apa-apa. Terus nanti adiknya sih kena, katanya. Soalnya dititipin, mayat," jelasnya.

Tidak lama kemudian, jasad Alvaro Kiano dibungkus menggunakan plastik.

Pembungkus tersebut lalu diikatkan pada batang pohon di sekitar aliran sungai dekat Jembatan Cilalay, Desa Singabraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Jadi itu sudah di plastik gitu, diikat. Terus diikat lagi sama pohon," ucap Sayem.

Ketika jasad Alvaro Kiano mulai membusuk, warga sekitar mencium bau menyengat yang mengganggu.

Saat warga bertanya tentang sumber aroma tak sedap tersebut, pihak keluarga Alex berusaha mengelabui dengan mengatakan bahwa bau itu berasal dari bangkai hewan.

"Terus begitu paginya dibawa, katanya, ada yang ngomong tetangga, ini kok sudah bau apaan, katanya. Ini mah bangkai anjing, katanya. Padahal itu Alvaro Kiano. Iya, itu pakai anjing, katanya," pungkas Sayem.***

Editor : Fratama P.
#Alvaro Kiano