LombokPost – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram semakin serius dalam upaya pengembangan sistem transportasi publik.
Dinas Perhubungan (Dishub) Mataram telah mengonfirmasi bahwa program uji coba angkutan umum gratis yang dimulai akhir tahun ini akan dilanjutkan hingga tahun depan 2026.
Langkah ini diambil setelah melihat respon positif masyarakat terhadap inisiatif tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin, menyatakan bahwa fase ini masih dalam tahap uji coba.
Program rintisan ini menggunakan dua unit bus milik Dishub Mataram yang sebelumnya adalah bus sekolah.
“Kita memanfaatkan bus sekolah yang kita punya untuk uji coba ini. Ada dua sesi, pagi dan sore,” terang Zulkarwin.
Selama masa uji coba, layanan ini sepenuhnya gratis. Hal ini dilakukan untuk membangun kebiasaan dan melihat respons sebelum menerapkan biaya.
Zulkarwin memberi sinyal bahwa ke depan, jika respon terus positif, layanan ini akan dilaporkan ke pimpinan untuk ditindaklanjuti dan kemungkinan akan berbayar dalam bentuk subsidi.
"Mungkin nanti bentuknya subsidi. Jadi ongkosnya, tarifnya tentu dengan peraturan kita," tambahnya.
Rute Fleksibel dan Fitur Pelacakan Real-Time
Untuk mempermudah akses warga, Dishub telah menetapkan rute yang melingkar dan mudah dijangkau, yaitu:
* Mulai dari Dukcapil
* Melewati eks Bandara
* SMP 2
* Lapangan Sangkareang
* Kembali ke Dukcapil
Meskipun belum ada halte resmi, layanan ini bersifat fleksibel, memungkinkan penumpang untuk naik dan turun di mana saja selama masih berada di dalam rute.
Fitur menarik lainnya adalah kemampuan masyarakat untuk memantau posisi bus secara real-time.
"Scan di barcode-nya itu ada, jadi pergerakan bis nanti kelihatan. Jadi tidak perlu nunggu lama," pungkas Zulkarwin.
Editor : Kimda Farida