Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Telan Anggaran Hingga Rp12 M, NTB Akan Punya Kampung Nelayan Merah Putih di Pulau Sumbawa

Fratama P. • Kamis, 4 Desember 2025 | 14:21 WIB
Rencana Kampung Nelayan Merah Putih di Sumbawa NTB
Rencana Kampung Nelayan Merah Putih di Sumbawa NTB

LombokPost - Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang berlokasi di Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, diketahui menelan biaya investasi sebesar Rp12 miliar.

Proyek strategis Kampung Nelayan Merah Putih ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas nelayan lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir.

Menurut Rahmat Hidayat, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, pelaksana proyek Kampung Nelayan Merah Putih ini adalah PT Adhi Karya, sesuai dengan dokumen kontrak yang telah disepakati.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa mengambil peran sebagai fasilitator utama.

Peran ini mencakup melancarkan proses administrasi, perizinan, dan melakukan koordinasi intensif dengan pihak pelaksana dan masyarakat setempat.

"Sejauh ini progres pembangunan masih berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti. Kami berharap fasilitas yang dibangun segera bisa dioperasikan oleh nelayan," ungkap Rahmat.

Target Nasional dan Kendala Pengembangan

Program Kampung Nelayan Merah Putih ini merupakan bagian dari target ambisius tingkat nasional yang ingin membangun total 1.000 kampung nelayan di seluruh Indonesia hingga tahun 2027.

Pemkab Sumbawa sendiri telah mengajukan usulan untuk pengembangan di beberapa desa pesisir lainnya, seperti Labuhan Sangoro, Teluk Santong, dan Labuhan Kuris.

Namun, Rahmat Hidayat menyoroti kendala utama yang dihadapi dalam merealisasikan usulan tersebut, yaitu keterbatasan lahan desa.

"Persyaratan lahan minimal satu hektare dan harus terletak berdekatan dengan garis pantai, supaya pembangunan fasilitas terpadu bisa maksimal," jelas Rahmat.

Ketersediaan lahan yang luas dan strategis menjadi prasyarat krusial agar fasilitas terintegrasi yang dibutuhkan nelayan—seperti pusat pengolahan ikan, tempat pelelangan, hingga infrastruktur tambat perahu—dapat dibangun secara optimal.

Harapan Peningkatan Kesejahteraan dan Ekonomi Desa

Dengan adanya dukungan sarana dan prasarana modern di Pulau Bungin, serta pengelolaan yang efektif melalui koperasi nelayan, Pemkab Sumbawa menyatakan optimisme tinggi.

Program Kampung Nelayan Merah Putih ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan kesejahteraan nelayan dan menjadi motor penggerak ekonomi desa pesisir 

Pembangunan infrastruktur terpadu seperti ini diharapkan menciptakan mata rantai nilai (value chain) yang lebih efisien bagi hasil tangkapan nelayan, mulai dari pendaratan hingga pemasaran.

Hal ini berpotensi memutus praktik ijon atau tengkulak yang selama ini merugikan nelayan kecil.

Rahmat Hidayat menutup pernyataannya dengan harapan besar,

"Kami berharap Kampung Nelayan Merah Putih Pulau Bungin menjadi contoh pengembangan desa nelayan mandiri di NTB."

Keberhasilan proyek Kampung Nelayan Merah Putih ini diyakini akan menjadi benchmark atau model percontohan yang dapat direplikasi di wilayah lain di Nusa Tenggara Barat untuk mencapai kemandirian dan kemakmuran komunitas nelayan.***

Editor : Fratama P.
#Kampung Nelayan Merah Putih