LombokPost - Kabar gembira menyelimuti jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos di awal Desember ini.
Tepat pada hari Sabtu (6/12), pemerintah secara resmi melakukan percepatan besar-besaran dalam penyaluran berbagai bantuan sosial (bansos) guna memenuhi target penuntasan anggaran akhir tahun.
Pencairan kali ini mencakup bansos reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), serta bantuan tambahan yang paling dinanti, yakni BLT Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) dengan nominal mencapai Rp900.000
Bagi pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), diimbau untuk segera memeriksa saldo secara berkala guna memastikan dana bantuan sudah masuk ke rekening.
Dilansir dari kanal YouTube Sukron Channel, proses penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap namun dengan skala yang masif hingga penghujung Desember 2025.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah menuntaskan penyaluran bansos reguler hingga Tahap 4, yang merupakan alokasi untuk periode Oktober hingga Desember.
Tujuannya adalah memastikan dana bantuan segera tersalurkan sepenuhnya sebelum pergantian tahun.
Aktivitas Saldo KKS Bank BNI dan Pencairan Rapelan
Sebuah kabar baik muncul khususnya bagi pemilik KKS peralihan dari PT Pos.
Dana bantuan yang masuk kini dilaporkan dicairkan secara rapelan. KPM yang baru menerima KKS peralihan berhak mendapatkan akumulasi pencairan yang mencakup Tahap 2, Tahap 3, bahkan sebagian sudah mulai menerima saldo penuh untuk PKH dan BPNT Tahap 4.
Berdasarkan pemantauan per tanggal 6 Desember 2025, KKS yang dikeluarkan oleh Bank BNI mulai menunjukkan aktivitas masuknya saldo.
Dana yang dicairkan antara lain mencakup BLT Kesra senilai Rp900.000 dan juga PKH Tahap 4 susulan bagi KPM yang belum menerima sebelumnya.
Mekanisme Penyaluran BLT Kesra Rp900.000
Bantuan tambahan BLT Kesra ini ditargetkan menyasar sekitar 7,5 juta penerima manfaat.
Penyaluran dibagi menjadi dua jalur agar distribusi lebih merata:
1. Via KKS: Mayoritas diberikan kepada penerima PKH/BPNT yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4 (kelompok kemiskinan ekstrem hingga rentan).
2. Via PT Pos: Diberikan secara tunai kepada masyarakat miskin/rentan yang tidak terdaftar sebagai penerima bansos reguler (PKH/BPNT).
Penyaluran BLT Kesra Tahap 2 melalui PT Pos diprediksi kuat akan direalisasikan pada bulan Desember ini juga.
Bonus Tambahan: Beras dan Minyak Goreng
Bagi KPM BPNT, terdapat rezeki tambahan berupa bantuan pangan.
Selain bantuan uang tunai, bantuan pangan tambahan berupa paket berisi beras 20 kg dan 4 liter minyak goreng juga turut disalurkan berdasarkan data DTKS.
KPM dihimbau untuk memantau jadwal pembagian di wilayah masing-masing agar tidak terlewatkan.
Peluang Masuk Data Bansos Reguler 2026
Bagi penerima BLT Kesra yang belum pernah menerima PKH atau BPNT, terdapat peluang besar untuk diusulkan menjadi penerima bansos reguler di tahun 2026.
Namun, ada dua syarat mutlak yang harus dipenuhi:
1. Wajib Terdaftar di Data DTKS: Nama harus tercatat dalam basis data resmi.
2. Desil Rendah: Prioritas utama diberikan kepada desil 1, 2, 3, atau 4 yang menunjukkan tingkat kemiskinan tinggi.
Perlu ditekankan, penetapan penerima ini sepenuhnya berbasis data DTKS pusat dan tidak dapat diganti melalui usulan baru dari tingkat desa secara sembarangan.
Mengingat banyaknya KPM yang lulus (graduasi) dari program bansos PKH/BPNT pada akhir tahun ini, kuota kosong tersebut akan segera diisi oleh mereka yang memenuhi syarat desil rendah tersebut.***
Editor : Fratama P.