Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jepang Kecam Keras, Jet Tempur Tiongkok Diduga Kunci Radar Senjata ke Pesawat F-15 Jepang

Redaksi Lombok Post • Senin, 8 Desember 2025 | 23:29 WIB

Ilustras Pesawat tempur Tionkok J-15
Ilustras Pesawat tempur Tionkok J-15
LombokPost -- Hubungan Jepang dan Tiongkok kembali memanas setelah Tokyo menuduh dua jet tempur J-15 milik Tiongkok mengarahkan fire-control radar—sistem senjata siap menembak—ke pesawat F-15 Pasukan Bela Diri Udara Jepang (JASDF). Insiden yang diklaim terjadi di dekat Kepulauan Okinawa pada Sabtu (6/12) tersebut memicu kecaman keras dari Jepang dan menghidupkan kembali ketegangan keamanan di Asia Timur.

Dilansir dari The Guardian, Kementerian Pertahanan Jepang menyebut penguncian radar (radar lock) terjadi dua kali, masing-masing pada pukul 16.32 dan sekitar dua jam kemudian. Insiden ini terjadi saat armada kapal induk Liaoning milik Tiongkok sedang berlatih far-sea training di perairan tenggara Okinawa. Tokyo juga melaporkan mendeteksi sekitar 100 kali lepas landas jet tempur dari kapal induk tersebut selama latihan berlangsung.

Meskipun tidak menimbulkan kerusakan, tindakan radar lock dianggap sebagai aksi agresif karena secara teknis menandakan potensi serangan nyata dan memaksa pilot lawan melakukan manuver menghindar. Ini merupakan pertama kalinya Kementerian Pertahanan Jepang mengungkap insiden radar lock oleh jet Tiongkok.

“Tindakan itu berbahaya dan sangat disesalkan,” kata Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, seperti dikutip The Guardian. Ia menilai tindakan tersebut “jauh melampaui batas keselamatan penerbangan.”

Baca Juga: Gencar Garap Pasar Global, Jalin Bidik QRIS Lintas Negara dengan Tiongkok dan India

Sebagai respons diplomatik, Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Funakoshi Takehiro memanggil Duta Besar Tiongkok untuk Jepang, Wu Jianghao, pada Minggu (7/12) dan menyampaikan protes keras atas tindakan yang disebut mengancam keselamatan pilot Jepang.

Namun, Beijing membantah seluruh tuduhan tersebut. Juru bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok, Kolonel Senior Zhang Xiaogang, menyatakan pesawat Jepang-lah yang telah mengganggu dan mengikuti secara jahat latihan armada Liaoning di zona latihan resmi. Kementerian Luar Negeri Tiongkok menuduh Tokyo membesar-besarkan isu demi meningkatkan ketegangan dan memengaruhi opini internasional.

Insiden ini terjadi di tengah memanasnya hubungan kedua negara dalam beberapa pekan terakhir. Ketegangan diperburuk setelah PM Jepang Sanae Takaichi menyatakan bahwa serangan Tiongkok ke Taiwan dapat memicu keterlibatan militer Jepang berdasarkan hak bela diri kolektif. Beijing merespons dengan larangan impor seafood Jepang dan peningkatan aktivitas militer di sekitar Kepulauan Senkaku dan Okinawa.

Media pemerintah Tiongkok juga kembali mengangkat narasi lama yang mempertanyakan klaim Jepang atas Kepulauan Ryukyu, termasuk Okinawa, sebuah isu sensitif yang berpotensi memperlebar jurang diplomatik kedua negara.

Editor : Redaksi Lombok Post
#F 150 Lightning #jet tempur #tiongkok #jepang