LombokPost - Insiden tragis yang melibatkan mobil layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak siswa SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, kini tengah diselidiki intensif oleh pihak kepolisian.
Kecelakaan mobil pengantar MBG yang terjadi pada Kamis (11/12) ini mengakibatkan 21 korban luka-luka.
Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subarsi, mengungkapkan keterangan awal yang diperoleh dari pemeriksaan sementara terhadap pengemudi mobil MBG.
Berdasarkan pengakuan sopir, kecelakaan tersebut diduga kuat terjadi karena sopir MBG salah menginjak pedal saat kendaraan hendak menanjak menuju area sekolah.
Kesalahan Menginjak Pedal dan Kondisi Rem
Bobi Subarsi menjelaskan bahwa pengemudi bermaksud menginjak pedal rem, namun justru menginjak pedal gas.
Sopir panik karena merasa rem mobil tidak berfungsi dengan optimal (tidak pakem), terutama saat mobil berada di tanjakan.
"Dia mau naik ke atas itu, mau ngerem, katanya remnya enggak pakem kan, karena takut mau menabrak, dia injek yang dalem. Nah, kirain itu (yang diinjek rem), ternyata gas. Nah ini sementara ya," ujar Kapolsek Bobi Subarsi saat dikonfirmasi pada Kamis (11/12).
Saat ditanya mengenai dugaan kesalahan menginjak pedal, Bobi mengonfirmasi bahwa hal tersebut adalah temuan awal dari pemeriksaan.
"Iya, itu untuk sementara ya, tapi kami belum bisa ini (memastikan), masih olah TKP (tempat kejadian perkara) dulu ya," katanya, menegaskan bahwa kepastian penyebab kecelakaan masih menunggu hasil olah TKP dan penyelidikan lebih lanjut.
Status Pengemudi dan Rekaman CCTV
Bobi Subarsi juga memberikan keterangan penting mengenai status pengemudi dan kernet yang berada di dalam mobil saat kejadian.
Pengemudi diketahui merupakan sopir pengganti dengan inisial AI, karena sopir MBG utama sedang sakit.
Ini adalah kali kedua AI bertugas mengemudikan mobil layanan MBG tersebut.
Kernet yang mendampingi saat kecelakaan terjadi berinisial MRR
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang telah diperiksa oleh kepolisian, mobil pengangkut MBG tersebut sempat berhenti sejenak di depan gerbang sekolah sebelum akhirnya tiba-tiba melaju dengan cepat, menyebabkan insiden nahas yang melukai puluhan siswa.
Saat ini, tim kepolisian masih melanjutkan olah TKP dan pemeriksaan terhadap kedua orang yang berada di dalam mobil MBG untuk memastikan penyebab pasti dari kecelakaan tersebut, apakah murni karena faktor manusia (human error) atau turut dipengaruhi oleh kondisi teknis kendaraan.***
Editor : Fratama P.