LombokPost - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, memberikan bantahan tegas terkait rumor yang menyebut dirinya berselingkuh dengan aktris Davina Karamoy.
Dito Ariotedjo memastikan bahwa aktris yang bermain dalam film Ipar Adalah Maut tersebut bukanlah penyebab keretakan rumah tangganya.
Dito Ariotedjo menegaskan bahwa proses perceraiannya sudah berjalan jauh sebelum ia mengenal Davina.
Oleh karena itu, perceraian yang terjadi tidak mungkin didasarkan pada isu orang ketiga.
"Hari ini, saya cuma bisa pastikan bukan DK penyebab saya berpisah. Semua proses perceraian sudah berjalan jauh sebelum saya mengenal DK. Faktanya, saya sudah berpisah sejak 31 Mei," kata Dito saat dihubungi pada Senin (15/12).
Kronologi Perpisahan dan Perkenalan
Politikus Partai Golkar itu menjelaskan secara rinci kronologi perpisahannya, yang menunjukkan bahwa perkenalannya dengan Davina Karamoy terjadi belakangan.
Tanggal Perpisahan: Dito telah berpisah sejak 31 Mei.
Tanggal Gugatan Cerai: Gugatan cerai didaftarkan pada 12 Juni 2025.
Sidang Perdana: Sidang perdana digelar pada 9 Juli 2025.
Perkenalan dengan Davina Karamoy: Perkenalan dengan DK sendiri terjadi pada akhir Juli 2025.
Alasan Utama Perceraian
Dito Ariotedjo menyampaikan bahwa alasan utama yang menyebabkan keretakan rumah tangganya adalah faktor lain yang berada di ranah privasi dan tidak dapat ia ungkapkan kepada publik.
Ia hanya memberikan jaminan bahwa penyebab perceraiannya bukan karena orang ketiga, termasuk Davina Karamoy.
“Ada alasan lain di ranah privasi saya yang tidak bisa dibuka ke publik, namun yang pasti bukan karena ada faktor DK. Jadi benar saya memang kenal, tapi tidak benar jika dia dibilang sebagai penyebab gugatan cerai. Karena gugatan terjadi sebelum saya kenal dengan DK,” sambungnya.
Dito Ariotedjo berharap agar isu yang beredar luas ini tidak terus dibesar-besarkan oleh publik, sebab ia memastikan bahwa kabar perselingkuhan tersebut merupakan fitnah.
"Saya berharap tidak ada yang mendapatkan fitnah dari keputusan yang saya jalani dengan sadar dan sebaik-baiknya. Bagi yang masih semangat berkreasi membuat cerita saya maafkan semoga hatinya diberikan kedamaian,” tutup Dito Ariotedjo.***
Editor : Fratama P.