Kegiatan yang mengusung tema "Cemerlang Berintegritas" ini merupakan langkah konkret sekolah dalam menindaklanjuti rekomendasi Raport Pendidikan guna terus meningkatkan kualitas mutu sekolah.
Kepala SMAN 9 Mataram, Nengah Istiqomah, MM., menegaskan bahwa lokakarya ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan bentuk komitmen sekolah dalam menjalankan program prioritas. Fokus utamanya adalah peningkatan kompetensi guru dalam menguasai metode serta media pembelajaran mutakhir.
"Setiap sekolah dianjurkan melaksanakan program prioritas. Salah satunya adalah peningkatan mutu pendidikan melalui pengembangan skill guru dalam mengelola media pembelajaran digital," ujar Istiqomah di sela-sela kegiatan.
Selain penguasaan teknologi, lokakarya ini menjadi bagian dari upaya sosialisasi budaya penjaminan mutu di lingkungan SMAN 9 Mataram.
Langkah ini diambil untuk memastikan visi dan misi pendidikan sekolah dapat tercapai secara sistematis dan berkelanjutan.
Salah satu poin krusial yang ditekankan dalam lokakarya ini adalah adaptasi terhadap aturan terbaru, yakni Perpu Kemdikdasmen No. 1 Tahun 2026 mengenai Standar Proses. Dimana aturan ini mengamanatkan penerapan prinsip Deep Learning atau pembelajaran mendalam.
Istiqomah berharap, dengan adanya Papan Interaktif Digital, guru dapat menciptakan suasana kondusif, membangun interaksi dua arah yang lebih dinamis, menjamin keamanan dan kenyamanan belajar, serta memudahkan visualisasi materi yang kompleks menjadi lebih sederhana.
Termasuk mewujudkan pembelajaran menyenangkan atau menarik minat siswa melalui fitur-fitur multimedia interaktif.
"Diharapkan guru dapat menciptakan kondisi belajar yang aman dan menyenangkan, menjalankan prinsip Deep Learning sesuai amanah standar proses yang dirilis awal tahun ini," pungkasnya.
Dengan integrasi teknologi PID dan pemahaman mendalam terhadap standar proses yang baru, SMAN 9 Mataram optimis dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki integritas tinggi selaras dengan tema "Cemerlang Berintegritas".
Lokakarya ini diikuti oleh 60 peserta dengan nara sumber yakni Adnan mujsin,M.Pd, Baiq sania,S.Pd,gr dan Firman Haqiqi,S.Pd.
Mereka adalah guru yang beruntung telah memndapatkan pelatihan PM yang diadakan oleh kementrian melalui BGTK Provinsi NTB menggunakan dana BOS kinerja tahun 2025.
Sementara Kepala Sekolah SMAN 9 Mataram Nengah Istiqomah, MM., juga menjadi pemateri yang memaparkan prihal rapor pendidikan.
"Iklim kebhinekaan di SMAN 9 Mataram mengalami penurunan sehingga perlu dirancang strategi untuk meningkatkan yang diintegrasikan dalam pembelajaran oleh para guru, serta peningkatan skill guru dalam merancang metode pembelajaran," ungkap Istiqomah.
Kedepan, tambah Istiqomah, akan dilaksanakan kembali lokakarya sebagai kelanjutan program melalui MGMP agar program sekolah berjalan mamkskmal dan bermanfaat bagi murid untuk memepersiapkan masa depan.
Hadir pula dalam lokakarya Penhawas Pembina Muhamad Rofi, M.Pd. Ia menyampaikan antusias dan mensupport pemerataan pengetahuan terkait pemanfaatan PID agar tidak digunakan oleh hanya guru tertentu.
"Hasil pembelajaran pemanfaatan PID diharapkan dapat mendukung pembelajaran mendalam yang sudah dipelajari," harapnya.
Sementara itu beberapa peserta mengaku sangat senang dan berharap bisa maju satu per satu untuk memantapkan teori pemanfaatan yang sudah dipelajari.
Editor : Siti Aeny Maryam