LombokPost - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan rapat koordinasi krusial bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Ketua Komisi V DPR RI Lasarus di Semarang.
Pertemuan ini menekankan peran sentral Jawa Tengah sebagai simpul utama pergerakan pemudik di Pulau Jawa, baik sebagai daerah asal, tujuan, maupun lintasan arus mudik dan balik.
Berdasarkan hasil survei nasional, Jawa Tengah diprediksi menjadi provinsi tujuan mudik nomor satu di Indonesia dengan perkiraan lonjakan mencapai 38,71 juta orang.
Salah satu daerah yang diprediksi paling padat adalah Kabupaten Kebumen, dengan perkiraan kedatangan 867.000 pemudik.
Antisipasi Banjir di Jalur Utama Kereta Api
Mengingat Jawa Tengah merupakan koridor utama perkeretaapian, Menhub Dudy memberikan perhatian khusus pada potensi gangguan akibat banjir.
Patroli 24 Jam: Kemenhub dan PT KAI menyiagakan petugas di titik-titik rawan.
Mitigasi Infrastruktur: Dilakukan normalisasi drainase, penguatan prasarana, serta penyiapan material tanggap darurat (AMUS).
Kolaborasi Pemda: Menhub meminta Pemprov Jateng membantu pengendalian tata air di sekitar jalur rel agar operasional kereta tidak terhambat genangan.
Manajemen Macet di Lokasi Wisata dan Pasar Tumpah
Selain jalur mudik utama, Menhub menyoroti potensi kemacetan di kawasan wisata pasca-hari H Lebaran. Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat diharapkan dalam:
Layanan Feeder: Menyediakan akses angkutan pengumpan dari simpul transportasi (terminal/stasiun) menuju lokasi mudik gratis.
Rekayasa Lalu Lintas: Pengaturan ketat di perlintasan sebidang dan titik rawan bencana.
Fleksibilitas Kerja: Pemanfaatan kebijakan flexible working arrangement (FWA) untuk mengurai kepadatan puncak arus.
Kebijakan Strategis dan Mudik Gratis
Untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi, Kemenhub kembali menggencarkan program Mudik Gratis menuju berbagai kota di Jawa Tengah.
Menhub mendorong masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas ini demi mengurangi beban kepadatan di jalan raya serta menekan risiko kecelakaan.
"Kami meyakini, dengan kolaborasi solid antara Kemenhub, Komisi V DPR RI, dan Pemprov Jateng, penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 akan lebih terukur dan terkendali," tutup Menhub Dudy.
Editor : Kimda Farida