Rombongan tersebut terdiri dari Gubernur NTB, Danrem 162/WB, Wakapolda NTB, jajaran pejabat utama Polda NTB, kapolresta Mataram, hingga Dandim 1606/Mataram.
Selain turun langsung ke lapangan, rombongan juga mengikuti zoom meeting bersama Kapolri dan Panglima TNI dari Pos Terpadu Udayana. Kegiatan ini menjadi bagian dari monitoring nasional dalam rangka Operasi Ketupat Rinjani 2026 Polresta Mataram.
Dalam pemantauan tersebut rombongan Forkopimda memilih menggunakan sepeda motor untuk menyusuri sejumlah titik pelaksanaan takbiran. Cara ini dilakukan agar dapat melihat langsung situasi di tengah masyarakat secara lebih dekat.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid yang turut mendampingi Kapolda, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memastikan pelaksanaan pawai takbiran berjalan aman dan lancar.
Menurutnya, pawai takbiran di Kota Mataram dilaksanakan oleh masing-masing pemerintah kecamatan dengan jumlah peserta yang sangat besar.
“Setiap kecamatan diikuti puluhan kafilah dengan jumlah peserta berkisar antara 1.500 hingga 10.000 orang. Ini tentu membutuhkan pengamanan maksimal,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan, Polda NTB bersama Polresta Mataram telah menyiapkan personel gabungan yang disebar di seluruh titik kegiatan.
Hingga pukul 23.00 Wita, situasi pelaksanaan pawai takbiran di seluruh wilayah Kota Mataram terpantau aman dan kondusif.
“Kita bersyukur hingga malam ini situasi tetap kondusif. Ini berkat sinergitas antara pemerintah, TNI, dan Polri yang melaksanakan tugas pengamanan dengan baik,” jelasnya.
Ia berharap seluruh rangkaian pawai takbiran, baik di Kota Mataram maupun wilayah lainnya di NTB, dapat berlangsung aman, lancar, serta tetap menjaga stabilitas kamtibmas.
Editor : Marthadi