Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

E-Sampan Pejeruk: Inovasi Smart City Sederhana dari Kelurahan

Lalu Mohammad Zaenudin • Jumat, 3 April 2026 | 20:31 WIB
ANJUNGAN DIGITAL: Warga mencoba layanan mandiri melalui Anjungan E-Sampan di kelurahan Pejeruk, Ampenan, Jumat (3/4).  
ANJUNGAN DIGITAL: Warga mencoba layanan mandiri melalui Anjungan E-Sampan di kelurahan Pejeruk, Ampenan, Jumat (3/4).  

Tak ada antre panjang. Tak ada berkas menumpuk di meja. Di sudut kantor kelurahan, sebuah mesin berdiri diam, namun bekerja.

---

DI tengah ruang pelayanan kelurahan Pejeruk, sebuah anjungan digital menjadi pusat perhatian. Warga datang, mendekat, lalu menempelkan KTP mereka.

Beberapa detik kemudian, data muncul di layar. “Jadi kita tidak perlu banyak bertanya infonya sudah lengkap di sini semua,” kata Anggota DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati, memuji layanan, Jumat (3/4). 

Tak perlu berpindah meja. Inilah E-Sampan. Akronim dari Sistem Satu Data Masyarakat Ampenan.

Sebuah inovasi layanan publik berbasis digital yang kini mulai dijalankan di sejumlah kelurahan di wilayah Ampenan.

Bentuknya sederhana. Namun fungsinya jauh lebih besar.

Baca Juga: Di Tengah Konflik Timur Tengah, Calon Jamaah Haji Mataram Tetap Berangkat


Mulai dari akses data kependudukan, pengurusan administrasi, hingga pelayanan surat-menyurat yang bisa dilakukan langsung oleh warga. Semua dalam satu titik.

“Ini implementasi nyata tentang satu langkah pelayanan,” ucapnya.

Warga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada petugas. Mereka bisa mengecek data sendiri.

Memastikan identitas mereka tercatat dengan benar. Transparansi perlahan terbuka.

Data yang dulu terasa jauh, kini berada di ujung jari. Nyayu mengatakan, inovasi ini sebagai langkah maju yang patut diapresiasi.

“Saya melihat ini sebagai inovasi yang luar biasa, karena masyarakat bisa langsung mengakses layanan tanpa harus melalui proses yang berbelit,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan seperti ini menunjukkan perubahan cara pandang dalam pelayanan publik. Bahwa teknologi bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan.

“Inovasi semacam ini yang harus kita replikasi ke kelurahan-kelurahan lainnya,” tegas politisi PDI Perjuangan ini. 

E-Sampan juga menjadi bagian dari konsep besar “Satu Data” di tingkat kelurahan. Data warga dikumpulkan, ditata, dan diintegrasikan dalam satu sistem.

Bukan hanya untuk pelayanan. Tetapi juga untuk perencanaan.

Baca Juga: Lahan Atlantis Dibayar April, Proyek Bale Mentaram Dipacu

Data yang rapi akan membantu pemerintah membaca kebutuhan masyarakat dengan lebih tepat. “Mulai dari bantuan sosial hingga kebijakan pembangunan,” paparnya. 

Di sisi lain, sistem ini juga memangkas birokrasi manual. Proses yang sebelumnya memakan waktu, kini bisa dilakukan lebih cepat.

Efisiensi menjadi kata kunci. Namun tanpa menghilangkan sentuhan pelayanan.

“Ini bentuk kemajuan yang harus kita dorong, karena pelayanan menjadi lebih cepat, lebih mudah, dan masyarakat juga merasa dilibatkan,” ujarnya. 

Yang menarik, inovasi ini justru lahir dari level paling bawah. Dari kelurahan.

Di titik inilah makna smart city menemukan bentuknya yang paling sederhana. Bukan sekadar teknologi tinggi.

Tetapi kemudahan akses bagi masyarakat. “Smart city itu bukan hanya soal teknologi besar, tapi bagaimana masyarakat bisa merasakan langsung manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Langkah ini juga menjawab kritik lama tentang pengelolaan data di tingkat kota. Ketika sistem besar masih berbenah, justru di bawah, gerakan sudah berjalan.

 

Pelan. Namun nyata.

Jika konsisten, E-Sampan berpotensi menjadi model yang lebih luas. Tidak hanya untuk Ampenan. Tetapi seluruh Kota Mataram.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran, Pejabat Bisa Naik Bemo Kuning
Bahkan bisa melampaui itu. “Kalau ini dikembangkan secara merata, saya yakin ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain, karena inovasinya sederhana tapi dampaknya besar,” tutup Nyayu.

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #e-sampan #Pejeruk #Ampenan #Smart City