Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Siloam Hospitals Mataram Beri Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 200 Pekerja Informal TNGR

Kimda Farida • Selasa, 26 Mei 2026 | 12:57 WIB
Penyerahan simbolis kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bantuan CSR Siloam Hospitals Mataram kepada perwakilan pekerja informal guide, porter, dan trackking organization di Kantor Balai TNGR NTB, Senin (25/5/2026).
Penyerahan simbolis kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bantuan CSR Siloam Hospitals Mataram kepada perwakilan pekerja informal guide, porter, dan trackking organization di Kantor Balai TNGR NTB, Senin (25/5/2026).

LombokPost--Komitmen Siloam Hospitals Mataram dalam mendukung perlindungan sosial bagi pekerja informal kembali diwujudkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Rumah sakit swasta tersebut secara simbolis menyerahkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada 200 pekerja informal yang terdiri dari guide, porter, dan trekking organization di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Senin (25/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Balai TNGR NTB itu dihadiri langsung Direktur Siloam Hospitals Mataram Arum Ratna Pratiwi beserta jajaran manajemen, Kepala Balai TNGR NTB Budhy Kurniawan S.Hut, pihak BPJS Ketenagakerjaan, serta sejumlah asosiasi pekerja informal di sektor wisata pendakian Gunung Rinjani.

Program tersebut menjadi bentuk kepedulian Siloam Hospital Mataram terhadap para pekerja wisata alam yang memiliki risiko kerja cukup tinggi saat mendampingi aktivitas pendakian maupun kegiatan wisata alam lainnya.

Direktur Siloam Hospitals Mataram Arum Ratna Pratiwi mengatakan, pekerja informal seperti guide dan porter memiliki peran penting dalam mendukung sektor pariwisata NTB, khususnya wisata Gunung Rinjani.

Baca Juga: Damkarmat Lotim Edukasi Cegah Kebakaran di Sekolah

Namun di sisi lain, mereka juga rentan menghadapi risiko kecelakaan kerja.

"Kami ingin berkontribusi karena Siloam sebagai Rumah sakit, sebenarnya, pekerjaannya tidak dimulai pada saat orang sedang sakit tapi pada saat mereka sehat, supaya kita bisa membantu salah satunya dengan memberikan perlindungan tambahan bekerjasama dengan BPJS ketenagakerjaan," ujar Arum.

Melalui program CSR ini tambah Arum, pihaknya ingin memastikan para pekerja informal di sektor wisata alam mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Mereka memiliki kontribusi besar bagi pariwisata NTB sehingga sudah sepatutnya memperoleh rasa aman dalam bekerja.

Baca Juga: Bale Mediasi Kota Mataram Bakal Naik Kelas Jadi Perda, Kemenkum NTB Soroti Akses Keadilan untuk Warga

"Mereka ini memberikan Impack yang besar bagi Lombok dan ini sektor pariwisata yang menurut saya seharusnya kita support, dan Rumah Sakit Siloam suportnya melalui ini memberikan perlindungan tambahan bagi para porter dan guide," imbuhnya.

Arum menerangkan bahwa program pemberian perlindungan sosial ketenagakerjaan ini akan berlangsung selama satu tahun penuh dengan harapan, kedepan kontribusi Rumah Sakit Siloam untuk para pekerja informal bisa lebih besar lagi.

"Kita berharap semoga kita bisa menjangkau lebih banyak dan memberikan manfaat lebih banyak, dan semoga yang mendapatkan program ini bisa lebih tenang dalam bekerja karena merasa aman sehingga bisa lebih fokus," katanya.

Ia juga menegaskan, Siloam Hospitals Mataram tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan semata, tetapi juga berupaya hadir memberikan manfaat sosial bagi masyarakat luas, terutama kelompok pekerja yang selama ini belum seluruhnya terlindungi.

Kepala Balai TNGR NTB Budhy Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kepedulian Siloam Hospitals Mataram terhadap para pekerja informal di kawasan Rinjani.

Menurutnya, perlindungan ketenagakerjaan sangat penting mengingat aktivitas pendakian memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi.

“Ini bagian dari bentuk nyata sebuah kolaborasi berbagai pihak, dan kami sebagai pengelola kawasan Rinjani bersama Siloam Hospitals Mataram dan BPJS ketenagakerjaan memberikan pelayanan kepada para mitra kami yang berkaitan lansung dengan aktifitas di dalam kawasan," katanya.

Menurutnya, pemberian jaminan sosial ketenagakerjaan ini sangat penting diberikan, karena aktivitas yang dilakukan oleh para guide dan porter terbilang cukup berisiko dan memiliki potensi tinggi.

Baca Juga: Dompu Sabet WTP ke-12 Berturut-turut, Bupati Bambang: Bukan Sekadar Prestasi Administratif

Budhy berharap program kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk ikut berkontribusi membantu pekerja informal di kawasan Gunung Rinjani NTB yang tercatat berjumlah lebih dari 1.700 orang.

"Data kita jumlah porter yang tercatat itu sekitar 1.700 yang teregister orang belum lagi yang tidak tercatat, sehingga sesungguhnya masih banyak yang mungkin belum mendapatkan informasi tentang ini, tapi ini bagian dari awal menjadi contoh bagi lainnya, dan yang lain pun juga secara swadaya sudah memanfaatkan BPJS ini," ujar Budhy.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Trecking Organizer Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Mataram, Lalu Sapta Setiawan menyebut bantuan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tersebut sangat membantu para pekerja wisata pendakian yang selama ini bekerja dengan risiko tinggi di lapangan.

"Saya rasa untuk teman yang belum, ini menjadi suatu keharusan sangat besar manfaatnya dari yang saya fahami dari BPJS ketenagakerjaan ini, dan ini betul-betul bermanfaat karena hari naas itu tidak ada di kalender," ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Siloam Hospitals Mataram yang dinilai telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap keberlangsungan dan kesejahteraan pekerja wisata alam di NTB.

"Apalagi ini programnya tercover selama satu sampai akhir tahun 2026, tetapi meskipun sudah melewati tahun ini, kita masih tetap bisa  tercover, disitu juga nilai positifnya dari BPJS ini, walaupun itu belum terbayarkan," pungkasnya.

Editor : Kimda Farida
#Porter Rinjani #Gunung Rinjani #TNGR #BPJS Ketenagakerjaan #Siloam Hospitals Mataram