Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dinilai Vulgar, Konten Promosi Hotel Solas Mataram "Daripada di Semak-Semak" Ditertibkan Dispar Mataram

Chia • Jumat, 5 Juni 2026 | 08:56 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra (mengenakan sapuq) saat berbincang dengan pengelola hotel yang viral karena promosi vulgar. (DOK. DISPAR)
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra (mengenakan sapuq) saat berbincang dengan pengelola hotel yang viral karena promosi vulgar. (DOK. DISPAR)

 
LombokPost-Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram mengambil tindakan tegas terhadap maraknya konten pemasaran digital sejumlah hotel melati dan bintang satu yang dinilai melanggar norma kepatutan.

Salah satu yang menjadi sorotan tajam publik adalah strategi promosi Hotel Solas Mataram di media sosial. Hotel tersebut kedapatan menggunakan diksi vulgar dan provokatif demi menggaet tamu.

Konten marketing yang dipersoalkan tersebut memuat narasi sensual yang dinilai tidak pantas untuk konsumsi publik. Beberapa diksi yang memicu kontroversi di antaranya:

 * Jaminan kalimat "buat pacar aman? Buat bekarongan".

 * Perbandingan kontroversial "daripada di semak-semak, lebih baik di dalam hotel".

Strategi promosi yang cenderung menjurus pada ajakan asusila ini dinilai telah mencederai citra pariwisata Kota Mataram yang dikenal religius dan menjunjung tinggi norma sosial.

Baca Juga: Dispar Mataram Bergerak Cepat, Geruduk Hotel Melati Viral dan Desak Konten Vulgar Segera Di-Take Down!

Menanggapi keresahan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat melakukan penertiban di lapangan. Dispar telah memanggil dan menemui langsung pihak pengelola serta manajemen hotel untuk memberikan teguran lisan sebagai langkah pembinaan awal.

"Kami sudah bertemu dengan pengelolanya di sana untuk menyampaikan langsung kepada pemilik hotel agar segera men-*take down* (menurunkan) konten-konten yang tidak sesuai norma kepatutan tersebut," kata Cahya. 

Berdasarkan hasil pantauan jajaran Dispar Kota Mataram, ternyata ada puluhan konten pemasaran serupa yang beredar di ranah publik digital.

Cahya menegaskan bahwa pemerintah sama sekali tidak melarang pelaku usaha, termasuk yang tergabung dalam Asosiasi Hotel Mataram (AHM) dan pegiat perhotelan lainnya, untuk melakukan promosi kreatif demi bertahan hidup. Namun, kreativitas tersebut tetap harus memiliki batasan.

"Tidak ada yang salah dengan maksud bertahan hidup. Banyak analoginya, tapi jangan sampai demi bertahan hidup justru merusak hidup dan merusak norma-norma sosial. Di area publik, kita harus bisa memilah dan memilih mana konten yang sesuai dengan asas kesopanan," tegas Cahya.

Pihak Dispar berharap langkah penertiban ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pelaku industri perhotelan di Mataram agar lebih bijak dan beretika dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi digital.

Editor : Akbar Sirinawa
#KONTEN PROMOSI #HOTEL SOLAS MATARAM #hotel melati #Dispar Mataram #Mataram