LombokPost-Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram berhasil memperoleh insentif fiskal sebesar Rp 3 miliar dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penghargaan bergengsi ini diraih atas prestasi Kota Mataram dalam kategori Creative Financing untuk wilayah Maluku dan Nusa Tenggara (Nusra). Dana segar tersebut dipastikan akan langsung mengalir untuk mendukung sejumlah program prioritas yang menyentuh pelayanan publik dan infrastruktur kota.
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menegaskan, seluruh alokasi pemanfaatan anggaran tersebut telah rampung disusun dan langsung diserahkan kepada pihak kementerian.
“Saya sudah menandatangani semua usulannya kemarin,” kata Mohan.
Langkah ini diambil untuk memenuhi instruksi akselerasi yang diminta oleh pusat. Mohan menyatakan, di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah saat ini, insentif dari Kemendagri tersebut menjadi stimulus yang berdampak bagi percepatan pembenahan infrastruktur di Kota Mataram.
“Kemampuan fiskal daerah yang sekarang tidak banyak menyisakan ruang untuk perbaikan infrastruktur berskala besar. Uang ini tentu lumayan sekali dalam membantu menyokong kebutuhan daerah,” kata Mohan.
Baca Juga: Hore! Mulai 1 Januari 2026 Dana Insentif Guru Honorer Naik
Ia memaparkan, anggaran Rp 3 miliar tersebut sepenuhnya akan dihabiskan tanpa sisa, mengingat peruntukannya tidak dimasukkan ke dalam mekanisme APBD Perubahan, melainkan melalui plotting langsung yang disinkronkan dengan Kemendagri.
Sejumlah sektor krusial menjadi skala prioritas utama penyerapan anggaran ini, antara lain peningkatan sistem penanganan sampah melalui pengadaan armada kendaraan operasional baru.
“Ya kita beri satu dam truk untuk pengangkutan sampah di DLH,” katanya.
Selain penanganan sampah, dana insentif ini juga dialokasikan untuk penataan sektor informal. Salah satu fokus utamanya adalah penyeragaman lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang beroperasi di kawasan eks Bandara Selaparang.
Kebijakan intervensi lapak ini, lanjut Mohan, merupakan komitmen Pemkot untuk menciptakan kenyamanan bersama, meskipun area tersebut berada di bawah pengelolaan lembaga Kokapura.
“Ini intervensi kami supaya masyarakat pengunjung merasa nyaman dan para pedagang juga menempati tempat yang lebih layak untuk berjualan,” terangnya.
Tidak hanya itu, plot anggaran juga diarahkan pada sektor pemakaman. Pemkot mengalokasikan anggaran untuk pemagaran Pemakaman Umum Harum yang terletak di Jalan Terusan Bung Hatta. Proyek ini mencakup penataan lahan pemakaman seluas dua hektare.
Dinas Pekerjaan Umum (PU) juga mendapat porsi untuk peningkatan kualitas infrastruktur dasar seperti normalisasi dan perbaikan sistem drainase perkotaan.
Sisa alokasi anggaran bakal disalurkan untuk mengoptimalkan fasilitas di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan. Di kawasan tersebut, Pemkot akan menggenjot pengadaan fasilitas taman bermain anak-anak (playground) yang representatif sekaligus penambahan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) agar kawasan tersebut tetap hidup dan aman pada malam hari.
“Dan ada beberapa lagi yang kemarin juga kita alokasikan,” terangnya.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi mengatakan, tadinya yang diusulkan pihaknya untuk tambahan 5 unit dam truk. Tapi, karena banyak juga yang dibutuhkan, jadi hanya satu dulu.
Baca Juga: Dana BOSP Kini Bisa Cair untuk Insentif Guru PPPK Paro Waktu Lobar
“Peruntukannya nanti itu untuk mengganti yang rusak di kantor,” kata Denny.
Editor : Akbar Sirinawa