Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Proyek TPST Kebon Talo Rp 87 Miliar Segera Dikerjakan

Chia • Kamis, 11 Juni 2026 | 08:29 WIB

 

Lokasi pembangunan TPST Kebon Talo di Ampenan Utara, Mataram
Lokasi pembangunan TPST Kebon Talo di Ampenan Utara, Mataram

 

LombokPost - Proyek pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo di Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, segera dimulai dalam waktu dekat. Hal ini menyusul telah tuntasnya proses tender atau lelang yang digelar oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi membenarkan kabar baik tersebut. Berdasarkan informasi resmi yang diterimanya, proses lelang di tingkat pusat kini sudah memasuki tahapan akhir.

“Dari informasi yang kami terima, tendernya sudah selesai dan sekarang sedang dalam masa sanggah,” kata Denny.

Berdasarkan data dari laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian PU, proyek modern ini memikat daya tarik tinggi dengan diikuti oleh 119 peserta lelang. Tender pengerjaan TPST Kebon Talo akhirnya dimenangkan oleh PT Somba Hasbo, sebuah perusahaan kontraktor yang berbasis di Jakarta Timur.

Baca Juga: Proyek Rp 97 Miliar TPST Kebon Talo Mulai Dibangun Juni

Kementerian PU awalnya menggelontorkan pagu anggaran sebesar Rp 97,2 miliar untuk proyek ini. PT Somba Hasbo berhasil memenangkan tender dengan nilai penawaran terkoreksi sebesar Rp 87.435.940.430,55.

Melihat angka yang mendekati Rp 88 miliar tersebut, Denny membeberkan, proyek TPST Kebon Talo mencetak sejarah baru bagi ibu kota Provinsi NTB. Ini menjadi kucuran dana pembangunan fisik terbesar yang pernah diterima Kota Mataram dari pemerintah pusat.

“Mengacu pada besaran nilai pengerjaan yang mendekati Rp 88 miliar lebih, pembiayaan TPST Kebon Talo adalah yang terbesar dari pemerintah pusat sepanjang 32 tahun usia Kota Mataram untuk proyek fisik. Sebelumnya tidak ada anggarannya yang sebesar ini,” terangnya.

Mengingat seluruh pembiayaan dan pengerjaan dilakukan langsung secara vertikal oleh Kementerian PU, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram memiliki posisi yang cukup diuntungkan. Pemkot hanya berkewajiban menyediakan dan memastikan kesiapan lahan yang akan dibangun.

“Semuanya dikerjakan oleh kementerian, kita tinggal menunggu hasilnya saja. Kami tinggal terima saja siapapun yang menang dan bagaimana skemanya di situ. Ya, kita terima barang jadi,” tambahnya.

Baca Juga: Pembangunan TPST Kebon Talo Mataram Bakal Habiskan Anggaran Rp 90 Miliar

Menyambut pembangunan fisik yang sudah di depan mata, DLH bergerak melakukan berbagai langkah mitigasi dan persiapan operasional. Salah satu langkah strategis yang kini tengah dimatangkan adalah menjajaki nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT PLN (Persero).

Kerja sama ini nantinya berkaitan dengan pemanfaatan hasil pengolahan sampah dari TPST Kebon Talo yang diproyeksikan menghasilkan energi terbarukan berupa Refuse Derived Fuel (RDF) dan Solid Recovered Fuel (SRF). Bahan bakar dari sampah ini nantinya akan diserap oleh PLN untuk keperluan co-firing pembangkit listrik.

“Ini (MoU) yang kemarin diminta. Sekarang baru pembahasan detail lagi dengan PLN. Ini MoU sambil jalan ya, karena TPST Kebon Talo ditargetkan selesai bulan Desember tahun ini. Sementara proyek berjalan, kita jalin MoU dulu dan respon PLN sangat baik,”pungkasnya.

Merujuk pada dokumen resmi tender di LPSE Kementerian PU, anggaran puluhan miliar tersebut akan dialokasikan untuk membangun fasilitas pengolahan sampah mutakhir berskala besar. TPST Kebon Talo ini nantinya dirancang memiliki sistem pengelolaan sampah modern berkapasitas mencapai 60 ton per hari dengan tingkat produktivitas minimal sebesar 80 persen. 

Selain sistem inti tersebut, rekanan pemenang tender juga akan menggarap pekerjaan infrastruktur jalan, penataan lanskap kawasan, serta pembangunan hanggar utama pengolahan sampah.

Untuk mendukung operasional secara menyeluruh, PT Somba Hasbo juga akan membangun deretan fasilitas penunjang yang sangat komprehensif. Mulai dari kantor, mushola, kantin, pos jaga, toilet, gudang alat berat, hingga infrastruktur teknis seperti ruang genset, power house, instalasi water tank, rumah pompa, dan pengadaan jembatan timbang beserta pos operatornya. Kompleks TPST modern ini juga akan dilengkapi dengan gudang khusus untuk SRF, residu B3, dan kompos, serta instalasi pengolahan air limbah sampah (WWTP lindi) berkapasitas maksimal 10 meter kubik yang ditopang penuh oleh sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri, menyatakan koordinasi intensif terus dibangun dengan pemerintah pusat agar target groundbreaking tidak meleset dari kalender kerja yang disusun.

“Alhamdulillah sudah kita bahas dengan Kementerian PU. Perkiraan kita TPST modern yang di Kebon Talo paling tidak akhir bulan Juni sudah ada peletakan batu pertamanya,” katanya. (chi) 

 

Editor : Jelo Sangaji
#TPST KEBON TALO #TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH TERPADU #kementerian pu #Pemkot Mataram #Mataram