Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dewan Mataram Sepakat Tolak Praktik Titip Menitip Murid Baru

Chia • Kamis, 18 Juni 2026 | 09:49 WIB

 

Siswa sekolah
Siswa sekolah

 

LombokPost - Fenomena titip menitip dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) terus menjadi sorotan hangat. Menanggapi komitmen bersama terkait masalah tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Mataram Istiningsih, menegaskan seluruh pihak sebenarnya sepakat untuk menolak praktik tersebut.

“Kalau mau komitmen, semua saya sah sepakat sebenarnya tidak ada hal-hal yang namanya titip-titipan. Tapi semua, ya, semua kita punya komitmen yang sama untuk dalam penerimaan murid baru ini tidak ada hal-hal yang seperti itu,” ujar Istiningsih. 

Terkait dengan pelaksanaan teknis di lapangan, Istiningsih mengaku pihak legislatif masih menunggu gambaran detail mengenai proses SPMB tahun ini. Hal ini dikarenakan adanya perubahan sistem yang diterapkan pada tahun ajaran baru.

Untuk mendalami hal tersebut, DPRD dijadwalkan akan menggelar pertemuan guna membahas regulasi serta kendala di lapangan.

Baca Juga: SPMB Kota Mataram 2026 Dibuka, Catat Jadwal Pendaftaran TK, SD, dan SMP Negeri

Terkait dengan agenda tersebut, Komisi IV DPRD Kota Mataram bersama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram dijadwalkan akan menggelar rapat koordinasi pada hari Senin besok untuk memastikan kesiapan serta mengantisipasi potensi kecurangan dalam proses penerimaan siswa baru.

“Ada sistem yang berubah ya. Kami belum dapat informasi lengkap, jadi kami perlu gambaran tergadap proses murid baru ini,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Istiningsih memberikan klarifikasi tegas mengenai isu miring yang kerap membawa nama institusi dewan, yakni terkait tuduhan adanya oknum legislatif yang memperjualbelikan kursi sekolah demi keuntungan pribadi. Beliau menjamin, secara kelembagaan, DPRD tidak pernah terlibat dalam praktik ilegal tersebut.

“Kami jelas menolak Tapi tidak ada jual beli, kita bisa menjanjikan bahwa si A bisa diterima di SMP 2 misalnya dengan uang sekian, itu sama sekali tidak ada,” tegasnya.

 

Ia berharap seluruh proses seleksi dapat berjalan transparan, baik dari sisi legislatif maupun eksekutif, agar mengeliminasi keberadaan calo yang memanfaatkan situasi tersebut.

“Kalau ada yang seperti itu, itu oknum. Secara kelembagaan kami di DPR tidak pernah,” jelasnya. 

Sebelumnya, Plh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan, persiapan penerimaan murid baru telah dimatangkan. Langkah itu dilakukan agar seluruh tahapan berjalan sesuai aturan dan terhindar dari berbagai persoalan yang kerap muncul setiap tahun.

“Kita pastikan SPMB ini berintegritas, sehingga seluruh anak-anak usia sekolah di Kota Mataram bisa mendapatkan kesempatan masuk sekolah sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya. (chi) 

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Pemkot Mataram #DPRD Mataram #Mataram #Sekolah di Mataram #spmb