LombokPost - Dinas Perikanan Kota Mataram tengah mempercepat penataan fasilitas di lokasi baru Pasar Ikan Bersih Bintaro. Setelah melakukan relokasi puluhan pedagang pada hari pertama.
Pemkot saat ini langsung tancap gas dengan membuka proses lelang atau tender proyek pembangunan atap los pasar dengan alokasi anggaran mencapai ratusan juta.
“Kan ini baru mau lelang,” kata Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram Bachtiar Yulianto.
Bachtiar mengatakan, anggaran sebesar Rp 900 juta tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Mataram tahun ini.
Sesuai dengan ketersediaan pagu anggaran, pengerjaan fisik tahap awal ini akan diprioritaskan khusus untuk menuntaskan pemasangan atap pada area lapak para pedagang.
“Anggaran Rp 900 juta untuk pembangunan atap saja. Mengingat keterbatasan anggaran yang disesuaikan, fasilitas atap ini baru bisa mengakomodasi bagian pinggir atau lapak-lapak utamanya dulu, sementara untuk area tengah pasar memang belum bisa tercover tahun ini,” terangnya.
Baca Juga: Pedagang Ikan Bintaro Ampenan Direlokasi ke Pasar Ikan Bersih
Bachtiar memastikan proses pengerjaan fisik atap yang menggunakan struktur baja tersebut dijamin tidak akan mengganggu aktivitas jual beli. Pola operasional pasar ikan yang sangat singkat menjadi keuntungan tersendiri bagi pihak rekanan atau kontraktor dalam mengeksekusi proyek di lapangan nantinya.
“Operasional pasar ini kan sangat pagi, mulai dari subuh jam 5 sampai jam 7 saja. Jam 7 pagi itu sudah bersih dan tidak ada aktivitas lagi. Jadi, setelah jam operasional selesai, pekerja bisa langsung melanjutkan pemasangan rangka baja dan atap tanpa mengganggu pedagang. Sembari dikerjakan, mereka tetap bisa jualan,” jelasnya.
Terkait kondisi di lapangan pada hari pertama relokasi, Bachtiar bersyukur seluruh proses perpindahan berjalan dengan aman dan kondusif. Sebanyak 36 pedagang ikan yang terdata telah menempati area baru. Langkah relokasi cepat ini terpaksa diambil lantaran lahan tersebut akan dibuat menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo yang akan segera dilakukan peletakan batu pertama atau ground breaking proyek strategis akhir bulan ini.
“Itu kan akan jadi TPST Kebon Talo, proyek dari kementerian,” tambahnya.
Mengenai kelengkapan fasilitas darurat di lokasi baru, dirinya mengklaim kebutuhan dasar seperti jaringan listrik dan pasokan air bersih sudah berfungsi normal. Meski demikian, ia tidak menampik sistem sanitasi dan pembuangan limbah masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan pada tahap berikutnya.
“Sanitasi saat ini masih memanfaatkan saluran air biasa yang ada di sekitar lokasi. Setelah proyek atap ini tuntas, prioritas kelanjutan anggaran berikutnya barulah penuntasan sanitasi secara permanen,” tambahnya.
Di sisi lain, Bachtiar juga menegaskan penataan di lokasi baru ini dilakukan secara selektif dan murni diperuntukkan bagi komoditas perikanan. DKP sengaja membatasi dan tidak memboyong para pedagang jajanan atau kue yang sebelumnya ikut beraktivitas di pasar lama.
“Pasar yang baru ini konsepnya murni dan khusus untuk pasar ikan saja terlebih dahulu. Jadi untuk pedagang jajan atau kue tradisional yang kemarin sempat ikut berjualan di lokasi lama, untuk sementara ini tidak ikut dipindahkan ke fasilitas yang baru. Kita fokus atur regulasi dan kenyamanan pedagang ikan dulu," tegasnya.
Sebelumnya, Sekda Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengatakan, pasar ikan ini sudah lama direncanakan sejak 2023 yang dibuat menjadi satu kawasan terpadu untuk nelayan.
“Ada rusunawa, pasar, dan tempat dermaga ikan,” katanya.
Lebih lanjut, status lahan untuk pasar ikan ini sudah dibebaskan oleh Pemkot. Dengan luas lahan keseuruhan 4 Ha. Yang kemudian akan dilakukan pembangunan bertahap untuk pasar ikan.
“Setelah dilakukan pemasangan atap, nanti kita bangun pasarnya,” ucapnya.
Editor : Kimda Farida