Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Braaakk! Terdengar Suara Kayu Patah, Atap Dua Ruang Kelas Ponpes Badrussalam Sekarbela Ambruk Total

Lalu Mohammad Zaenudin • Selasa, 23 Juni 2026 | 13:25 WIB
HANCUR BERANATKAN: Kondisi atap ruang kelas IX Pondok Pesantren Badrussalam MTs NW Sekarbela yang roboh.
HANCUR BERANATKAN: Kondisi atap ruang kelas IX Pondok Pesantren Badrussalam MTs NW Sekarbela yang roboh.

 

LombokPost - Dua ruang kelas di Pondok Pesantren Badrussalam MTs NW Sekarbela, Jalan Sultan Kaharuddin, Lingkungan Pande Besi Mendagi, Karang Pule, Sekarbela, mengalami kerusakan akibat ambruknya atap bangunan pada Sabtu (20/6). Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.


“Bangunan yang terdampak telah lama dikosongkan akibat kondisi konstruksi yang dinilai tidak lagi aman,” terang Camat Sekarbela Arif Satriawan pada Lombok Post, Senin (22/6). 


Ia menegaskan, ruang kelas yang mengalami kerusakan sebenarnya sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Sebelumnya telah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.


“Tidak ada korban. Saat kejadian sudah tidak ada kegiatan apa pun di sekolah. Pembagian rapor memang sempat dilakukan pagi harinya, tetapi setelah itu seluruh siswa sudah pulang,” ujarnya.


Menurut Arif, bangunan tersebut telah berusia sekitar 25 tahun dan sebelumnya pernah mendapat rehabilitasi. Seiring bertambahnya usia bangunan, sejumlah bagian mulai menunjukkan tanda penurunan kualitas.


Hal itulah yang membuat pihak sekolah memutuskan tidak lagi menggunakannya secara rutin. “Sebenarnya kelas itu sudah lama tidak digunakan. Sudah ada antisipasi dari pihak sekolah karena kondisi bangunannya memang menunjukkan tanda-tanda kerusakan,” terangnya.


Dari hasil peninjauan lapangan, dua ruang kelas terdampak dalam kejadian tersebut. Satu ruang kelas mengalami kerusakan paling parah akibat atap yang ambruk seluruhnya.


Sementara ruang kelas di sebelahnya ikut mengalami kerusakan setelah tertarik oleh runtuhan bangunan. “Kalau dilihat, satu ruang yang lebih dulu ambruk, kemudian konstruksinya saling berkaitan sehingga ruang di sebelahnya ikut terdampak. Akhirnya dua lokal mengalami kerusakan,” jelasnya.


Mendapat laporan kejadian tersebut, jajaran kepolisian bersama Pemerintah Kecamatan Sekarbela langsung turun ke lokasi. Melakukan pengecekan dan pengamanan area.

Baca Juga: Tim Seleksi Resmi Buka Pendaftaran Calon Anggota KPID NTB 2026–2029, Proses Seleksi Tidak Dipungut Biaya

Sementara itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas PUPR, BPBD, Kementerian Agama Kota Mataram, dan pihak yayasan. Menentukan langkah penanganan berikutnya. 


Area sekolah juga telah ditutup sementara guna menghindari risiko kecelakaan akibat puing-puing bangunan yang masih berada di lokasi. “Kami khawatir ada anak-anak yang masuk ke area sekolah karena penasaran. Di lokasi masih ada material bangunan dan paku yang bisa membahayakan, sehingga sementara kami amankan dulu lokasi ini,” terangnya. 


Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp 100 juta. Kementerian Agama Kota Mataram bersama pihak yayasan saat ini tengah berkoordinasi menentukan langkah perbaikan bangunan yang rusak.


“Kementerian Agama sudah berkoordinasi langsung dengan pihak yayasan dan kepala madrasah terkait tindak lanjut perbaikan. Nanti langkah selanjutnya akan dibahas bersama pihak yayasan,” terangnya.


Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Ryanto dalam rilis yang diterima koran ini, mengatakan petugas segera memasang garis polisi. Mencegah masyarakat memasuki area yang berpotensi membahayakan.


“Kami langsung melakukan pengecekan di lokasi, meminta keterangan saksi serta memasang police line untuk mengamankan area bangunan yang terdampak,” ujarnya.


Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ruang kelas IX mengalami kerusakan paling parah dengan kondisi atap ambruk seluruhnya. Sementara ruang kelas VII mengalami kerusakan sebagian pada bagian atap bangunan.


“Yang roboh seluruhnya adalah ruang kelas IX, sementara ruang kelas VII mengalami kerusakan sebagian akibat terdampak runtuhan bangunan di sebelahnya,” terangnya.


Ia menjelaskan, sejumlah saksi yang tinggal di sekitar lokasi mengaku mendengar suara benturan keras sebelum bangunan ambruk. “Saksi yang rumahnya berada di dekat lokasi mendengar suara seperti kayu patah dan benda jatuh. Setelah dicek, salah satu ruang kelas diketahui sudah roboh,” ungkapnya.


Polisi menduga ambruknya bangunan dipicu faktor usia konstruksi. Khususnya material kayu penyangga atap yang sudah tua sehingga tidak lagi mampu menopang beban bangunan secara optimal.

Baca Juga: Gubernur Iqbal: Pemerintahan Harus Berorientasi Pelayanan Masyarakat

“Namun kami tetap menunggu hasil asesmen teknis lebih lanjut dari instansi terkait,” jelasnya. 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #atap sekolah ambruk sekarbela #arif satriawan #Camat Sekarbela #DPRD Kota Mataram