LombokPost - Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) NTB memastikan, penyaluran bantuan pangan untuk Kota Mataram alokasi bulan Juli 2026 akan segera digulirkan dalam waktu dekat.
Meski demikian, terdapat skema yang berbeda pada pendistribusian kali ini dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya.
Masyarakat penerima manfaat dipastikan hanya akan mendapatkan komoditi beras, tanpa disertai minyak goreng.
“Penyaluran yang alokasi Juli, insya Allah itu akan segera kita salurkan di alokasi Juli nanti. Nah, itu nanti penerimaannya dalam bentuk komoditi beras saja. Beras sebanyak 10 kilogram per alokasi,” kata Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil NTB Rizal P Sukmaadijaya.
Rizal mengungkapkan, kebijakan tersebut merujuk langsung pada instruksi yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.
Pihaknya menegaskan, tugas pokok Bulog daerah saat ini fokus pada pemenuhan komoditi pokok yang sudah ditetapkan dalam petunjuk teknis terbaru.
“Kalau instruksinya dari pemerintah pusat memang hanya beras,” ujarnya.
Baca Juga: Distribusi Jatah Bantuan Pangan untuk 46 Ribu Warga Mataram Tersendat Ketersediaan Karung
Ketika dikonfirmasi mengenai ketiadaan komoditi minyak goreng, yang pada periode sebelumnya sempat mendampingi penyaluran beras serta adanya spekulasi mengenai kesulitan pasokan minyak di pasar, Rizal enggan berkomentar lebih jauh.
Menurutnya, hal tersebut berada di luar kewenangan operasional Bulog Kanwil NTB.
“Jadi yang jelas, kami sekarang sedang bersiap fokus untuk menyalurkan bantuan pangan alokasi bulan Juli ini agar berjalan lancar,” tambahnya.
Mengenai kuota dan sasaran penerima manfaat, Rizal menjamin tidak ada perubahan mendasar.
Bulog NTB tetap mengacu pada basis data terpadu yang telah diserahkan oleh pemerintah pusat. Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dipastikan menerima jatah haknya secara utuh, yakni sebesar 10 kilogram beras kualitas baik.
Rizal juga meluruskan, penyaluran kali ini tidak bersifat rapel beberapa bulan sekaligus. Melainkan murni untuk penyaluran satu bulan alokasi. Total volume beras yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan di seluruh wilayah NTB pada periode ini mencapai hampir 10.000 ton.
Terkait potensi munculnya gejolak atau protes di tengah masyarakat akibat hilangnya komoditi minyak goreng dalam paket bantuan, Bulog NTB mengaku sudah mengantisipasi hal tersebut.
Pihaknya berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna melakukan edukasi secara masif.
“Kami tetap lakukan sosialisasi, kami tetap lakukan edukasi ke masyarakat. Bahwa penerima bantuan pangan untuk alokasi Juli ini hanya berupa komoditi beras,” tegasnya.
Editor : Kimda Farida