LombokPost – Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pariwisata terus memantapkan pengembangan wellness tourism sebagai salah satu program unggulan sektor pariwisata. Komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui suksesnya penyelenggaraan Mayura Heritage Yoga edisi kedua di kawasan bersejarah Taman Mayura yang mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami mengembangkan wellness tourism di Kota Mataram. Alhamdulillah, pelaksanaan kedua mendapat respons yang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra, Rabu (8/7).
Ia menjelaskan, konsep wellness tourism yang diusung tidak sekadar menghadirkan aktivitas olahraga, tetapi menawarkan pengalaman wisata. Mengedepankan kesehatan fisik, ketenangan mental, dan kedekatan dengan nilai-nilai sejarah serta budaya yang dimiliki Kota Mataram.
“Kami ingin masyarakat maupun wisatawan bisa merasakan pengalaman yang berbeda. Tidak hanya berolahraga, tetapi juga menikmati suasana heritage Taman Mayura yang memberikan ketenangan dan nilai sejarah,” katanya.
Keberhasilan penyelenggaraan kedua itu terlihat dari meningkatnya jumlah peserta yang mencapai sekitar 50 persen dibandingkan pelaksanaan perdana. Peningkatan tersebut dinilai menjadi indikator program wellness tourism mulai mendapat tempat di hati masyarakat.
“Ini menunjukkan exposure kegiatan semakin luas dan semakin banyak masyarakat yang tertarik mengikuti konsep wisata kebugaran seperti ini,” ungkap Cahya.
Menurutnya, tingginya minat peserta menjadi modal penting bagi Dinas Pariwisata. Mengembangkan berbagai aktivitas berbasis kesehatan di ruang-ruang publik dan destinasi wisata Kota Mataram.
“Kami melihat potensinya sangat besar. Karena itu kegiatan ini akan terus kami evaluasi dan kembangkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat sekaligus menjadi daya tarik wisata,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen, Dinas Pariwisata telah menetapkan Mayura Heritage Yoga sebagai agenda rutin bulanan. Digelar setiap Rabu pada pekan kedua di Taman Mayura.
“Dengan begitu mereka bisa menjadwalkan diri untuk ikut berpartisipasi,” katanya.
Baca Juga: Jannik Sinner Pertahankan Gelar Wimbledon 2026, Tundukkan Alexander Zverev dalam Final Dramatis
Melalui program tersebut, Pemkot Mataram berharap wellness tourism dapat berkembang menjadi salah satu identitas baru pariwisata daerah. Selain memperkaya pilihan atraksi wisata, konsep itu diharapkan mampu memperkuat citra Kota Mataram sebagai kota yang menawarkan gaya hidup sehat sekaligus pelestarian kawasan bersejarah.
“Wellness tourism menjadi salah satu arah pengembangan pariwisata Kota Mataram,” tutup Cahya.