LombokPost – RSUD H. Moh Ruslan Kota Mataram terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan. Khususnya penanganan stroke, melalui Proctorship Tindakan Coiling dalam Program Pengampuan Layanan Stroke.
Kegiatan ini menjadi bagian peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, penguatan layanan neurointervensi, percepatan transfer pengetahuan. Sekaligus menghadirkan pelayanan stroke yang lebih cepat, komprehensif, dan berkualitas bagi masyarakat.
“Harapannya, masyarakat NTB dapat memperoleh pelayanan stroke yang lebih cepat, lebih aman, dan semakin berkualitas tanpa harus dirujuk ke luar daerah,” ujar Direktur RSUD H. Moh Ruslan dr. Hj. N.K. Eka Nurhayati, Sp.OG., Subsp.F.E.R., M.Kes., M.Sc., Selasa (7/7).
Kegiatan proctorship tersebut dihadiri Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI dr. Obrin Parulian, M.Kes., Direktur Medik dan Keperawatan sekaligus Ketua Tim Pengampuan Layanan Stroke RS PON dr. Reza Aditya Arpandy, Sp.S.
Berikutnya, Direktur RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp., M.Kes., tim Proctorship Coiling RSUP Prof. Ngoerah, serta para dokter spesialis dan tenaga kesehatan terkait.
Menurut dr. Eka, Program ini merupakan salah satu bentuk komitmen rumah sakit. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui penguatan kompetensi tenaga medis dan penerapan teknologi layanan yang lebih maju.
“Kami tidak hanya meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan, tetapi juga memperkuat sistem layanan,” katanya.
Dalam program tersebut, tim dari RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar memberikan pendampingan langsung terhadap tindakan coiling. Salah satu prosedur neurointervensi yang digunakan untuk menangani kelainan pembuluh darah otak.
Khususnya aneurisma, sebagai bagian dari upaya mencegah pecahnya pembuluh darah yang dapat menyebabkan stroke berat. Direktur RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar, Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp., M.Kes., mengatakan program pengampuan merupakan wujud komitmen bersama memperkuat kapasitas rumah sakit jejaring di Indonesia.
“Ini menjadi bentuk kolaborasi, pendampingan, dan transfer pengetahuan agar rumah sakit jejaring memiliki kemampuan yang semakin baik,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan RS PON sekaligus Ketua Tim Pengampuan Layanan Stroke, dr. Reza Aditya Arpandy, Sp.S., menjelaskan l Program Pengampuan Stroke dirancang memperkuat layanan stroke di daerah secara bertahap. Menurutnya, penguatan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, tetapi juga mencakup pengembangan berbagai layanan neurointervensi.
Baca Juga: Cegah Sengketa Informasi Sekolah, Wabup Loteng Dorong Penguatan PPID di 88 SMP Negeri
“Target kami rumah sakit daerah mampu memberikan pelayanan stroke yang semakin lengkap, mulai dari peningkatan kompetensi SDM hingga pengembangan layanan trombolisis, trombektomi, coiling, clipping, dan bypass,” jelas dr. Reza.
Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI, dr. Obrin Parulian, M.Kes., berharap RSUD H. Moh. Ruslan terus meningkatkan kapasitas pelayanannya. Hingga mampu mencapai strata madya dalam layanan stroke.
Ia menilai program proctorship menjadi langkah penting. Mempercepat pemerataan pelayanan stroke berkualitas di berbagai daerah.
“Sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang cepat, tepat, dan setara di berbagai daerah di Indonesia,” ujar dr. Obrin.