LombokPost - Pelayanan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Moh. Ruslan Mataram terganggu akibat kerusakan alat kesehatan utama. Fasilitas pemindaian canggih Magnetic Resonance Imaging (MRI) di rumah sakit tersebut dilaporkan rusak total dan tidak dapat digunakan lagi.
Akibatnya, para pasien yang membutuhkan pemeriksaan penunjang ini terpaksa harus dirujuk hingga ke luar daerah.
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Mataram, dr. Eka Nurhayati mengungkapkan bahwa alat MRI tersebut mengalami kerusakan parah karena faktor usia pakai yang telah mencapai sepuluh tahun. Dengan kondisi yang sudah tua, perbaikan secara parsial kini sudah tidak mungkin lagi untuk dilakukan.
"Sudah hampir beberapa bulan rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi karena faktor usia alat yang sudah tua. Dampaknya, setiap ada pasien yang membutuhkan tindakan pemeriksaan MRI, terpaksa harus kami rujuk ke luar daerah," ujar Eka.
Situasi pelayanan kesehatan di wilayah ini kian pelik. Pasalnya, RSUD Provinsi NTB yang selama ini menjadi pusat rujukan utama di dalam daerah juga dikabarkan mengalami kendala serupa pada fasilitas pemindaian mereka.
Ketiadaan operasional alat MRI di seluruh jaringan rumah sakit wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) ini membuat manajemen RSUD Kota Mataram mengambil langkah darurat.
Demi keselamatan dan kepastian pelayanan medis warga, pihak rumah sakit kini terpaksa mengirimkan pasien hingga ke Bali.
"Harus keluar daerah kalau nggak ada MRI," tegas Eka memungkasi keterangannya terkait opsi rujukan antarpulau tersebut.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan