LombokPost – Lalu lintas di pusat Kota Mataram dipastikan bakal mengalami perubahan drastis hari ini.
Menyambut upacara pembukaan dan Parade Atlet Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XII NTB 2026, pemerintah daerah resmi memberlakukan penutupan total dan rekayasa arus kendaraan di kawasan strategis pemerintahan.
Langkah ini menjadi ujian langsung bagi ketahanan manajemen transportasi kota dalam mengurai potensi titik jenuh kemacetan.
Sterilisasi jalur utama ini berpusat di Jalan Pejanggik, membentang dari arah barat mulai Simpang Empat Bank Indonesia (BI) hingga ke arah timur di Simpang Tiga Kantor BKD Provinsi NTB.
Baca Juga: Pilihan Laptop dengan Fitur Audio Video Terbaik untuk Meeting Online Profesional
Rekayasa lalu lintas berskala besar ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh jam penuh, terhitung mulai pukul 11.00 hingga 18.00 Wita, Kamis (16/7).
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, meminta masyarakat, khususnya pelaku usaha dan komuter perkotaan, untuk melakukan penyesuaian waktu perjalanan secara cermat guna menghindari penumpukan kendaraan.
"Penutupan sementara ini mutlak dilakukan demi menjamin keamanan ribuan atlet dari 10 kabupaten/kota serta kenyamanan masyarakat yang menonton parade. Petugas gabungan sudah disiagakan penuh untuk mengarahkan pengendara menuju kantong-kantong jalur alternatif," terang Ahsanul Khalik di Mataram.
Guna mencegah kelumpuhan total aktivitas logistik ekonomi di pusat kota, Dinas Perhubungan bersama aparat Kepolisian, Satpol PP Provinsi, dan Satpol PP Kota Mataram telah memetakan belasan rute pengalihan arus.
Baca Juga: Patah Tulang Jari, Keonho CORTIS Tetap Manggung Meski tanpa Koreografi
Arus kendaraan dari arah Ampenan menuju Cakranegara atau sebaliknya diarahkan menyisir sayap utara dan selatan koridor kota.
Pengendara dapat mengoptimalkan jalur alternatif utama melalui Jalan Langko, Jalan Udayana, Jalan Caturwarga, dan Jalan Airlangga.
Sementara untuk memecah kepadatan di jalan lingkungan, petugas di lapangan akan menyalurkan kendaraan ke Jalan Anggrek, Jalan Mawar, Jalan Melati, Jalan Seroja, Jalan Aipda Karel S. Tuban, Jalan WR. Supratman, Jalan HOS Cokroaminoto, hingga Jalan Veteran.
Ditinjau dari sisi manajemen kegiatan, rekayasa lalu lintas ini menjadi indikator awal kesiapan NTB dalam menyelenggarakan ajang olahraga terbesar di tingkat regional tersebut.
Ketertiban masyarakat dalam mematuhi marka darurat dan arahan petugas akan menjadi cerminan kesuksesan kota sebagai tuan rumah.
Pemprov NTB secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas disrupsi kenyamanan bermobilisasi yang terjadi sepanjang siang hingga sore hari ini.
Baca Juga: Drake Follow Akun Medsos Jungkook BTS, Sinyal Kolaborasi?
Editor : Akbar Sirinawa