LombokPost - Dinas Perikanan Kota Mataram terus berkomitmen menjaga kelestarian ekosistem perairan darat. Langkah ini dilakukan melalui program penebaran benih ikan atau restocking secara berkala di sejumlah perairan umum.
Sekaligus menyalurkan bantuan bibit bagi para pembudidaya lokal demi mendongkrak produksi perikanan air tawar di wilayah ibu kota.
“Program ini kami laksanakan secara berkala, sekitar enam bulan sekali atau dua kali dalam setahun,” kata Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram Leo Amri S.
Leo menjelaskan, kedua program tersebut berjalan beriringan setiap tahunnya.
Sebagian benih menyasar sungai-sungai besar untuk menjaga keseimbangan alam, sementara sebagian lainnya didistribusikan langsung kepada kelompok masyarakat yang aktif di sektor budidaya.
Baca Juga: Dinas Perikanan Mataram Kucurkan Bantuan Rp 1,699 Miliar
“Penebaran benih menyasar sungai-sungai besar seperti Sungai Jangkuk, Sungai Unus, serta beberapa perairan umum lainnya agar populasi ikan di sana tetap terjaga,” ujarnya.
Leo menekankan, penyaluran bantuan benih kepada masyarakat tidak dilakukan secara asal-asalan.
Untuk memastikan program tepat sasaran dan memberikan dampak ekonomi yang optimal, petugas Dinas Perikanan terlebih dahulu melakukan verifikasi dan survei kelayakan di lapangan.
“Tim kami turun langsung untuk mengecek kondisi kolam maupun kesiapan calon penerima. Setelah dinilai layak, barulah jumlah benih yang diberikan disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan masing-masing pembudidaya," terangnya.
Dalam sekali jalan untuk agenda restocking di perairan umum, Dinas Perikanan menggelontorkan sekitar 10 ribu hingga 20 ribu ekor benih ikan.
Proses penebaran pun sengaja dipecah ke beberapa titik aliran sungai agar sebaran populasi ikan baru dapat merata dan tumbuh optimal.
Selain untuk menjaga kelestarian lingkungan, melimpahnya populasi ikan di sungai ini diharapkan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat sekitar, khususnya warga yang gemar memancing.
Baca Juga: Puluhan Sampan Bantuan Dinas Perikanan Sumbawa Barat Mangkrak, Dewan Desak APH Turun Selidiki
“Benih yang ditebar diharapkan tumbuh dan berkembang biak secara alami. Nantinya masyarakat juga bisa menikmati hasilnya karena populasi ikan di sungai akan semakin banyak,” tambahnya.
Tidak hanya memfasilitasi masa awal budidaya, Dinas Perikanan juga berkomitmen memberikan jaminan jaring pengaman bagi para pembudidaya yang tertimpa musibah.
Jika para pembudidaya mengalami gagal panen akibat bencana alam seperti banjir bandang yang menghanyutkan kolam mereka, pemerintah siap turun tangan memberikan bantuan benih pengganti.
“Apabila ada pembudidaya yang kehilangan ikan karena banjir atau musibah lainnya, kami berupaya membantu melalui penyediaan benih agar mereka bisa segera bangkit dan memulai lagi usahanya,” pungkasnya. (chi)
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan