Aksi memukau Gwen, Beyan, dan Queen dari Miracle Dance Lombok sukses menyihir ratusan pasang mata dalam pembukaan Porprov NTB XII 2026 meski hanya dipersiapkan lewat latihan kilat selama tiga hari.
Di balik kelincahan gerakan secepat kilat tersebut, tersimpan perjuangan luar biasa tiga bocah SD ini dalam membagi waktu antara kerasnya latihan profesional dan kewajiban sekolah mereka.
----------------------
Riuh rendah suara penonton seketika pecah saat genderang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 ke-XII resmi ditabuh.
Di tengah megahnya atmosfer pembukaan pesta olahraga multievent terbesar se NTB tersebut, perhatian ribuan pasang mata tersedot oleh aksi energik tiga penari cilik.
Mengenakan kaus merah menyala dipadu jaket merah-putih yang diikat di pinggang, ketiganya meliuk-liuk dengan sinkronisasi gerakan yang luar biasa cepat.
Mereka adalah Gwen, Beyan, dan Queen. Tiga dara cilik yang tergabung dalam Miracle Dance Lombok.
Siapa sangka, penampilan spektakuler yang membuka hajat olahraga bergengsi tersebut hanya dipersiapkan dalam waktu yang sangat singkat.
Baca Juga: PESTI NTB Jadikan Porprov 2026 Ajang Persiapan PON
“Kami latihannya ngebut, cuma tiga hari!” kata Gwen Alessandra Ang, Kamis (16/7).
Bocah kelas 6 Sekolah Dasar (SD) Tunas Daud tersebut mengakui, waktu tiga hari adalah tantangan yang amat berat. Mengingat koreografi yang disuguhkan memiliki tingkat kesulitan tinggi dengan tempo musik yang cepat.
Beyan, yang memiliki nama lengkap Luh Made Beyan Vania Suardana, menimpali dengan anggukan mantap. Siswi kelas 3 SD ini menceritakan betapa melelahkannya proses latihan intensif tersebut.
Namun, rasa lelah itu menguap begitu saja saat mereka berhasil menyelesaikan seluruh gerakan tanpa cela. Gwen menceritakan pengalamannya selama bergabung di miracle dance.
“Paling capek itu pas awal-awal belajar gerakan susah. Ada latihan salto-saltoan, jadi badan pegal-pegal semua,” ucapnya.
Gwen menceritakan, dirinya sudah hampir dua tahun bergabung dengan studio tari bergengsi tersebut. Langkah awalnya dimulai dari ketidaksengajaan saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tari di sekolahnya, SD Tunas Daud.
Bakat emas Gwen tercium oleh sang pelatih yang melihat kelenturan dan ketajaman gerakannya. Ia pun langsung direkomendasikan untuk masuk ke studio profesional.
“Memang gerakannya cepat banget, itu yang bikin capek dan susah. Tapi seru,” ucapnya.
Sejak saat itu, prestasi demi prestasi berhasil mereka sabet. Dimulai dari panggung-panggung kecil di gereja sekolah, mereka kemudian melangkah ke kompetisi lokal hingga sukses menyabet juara dua.
Tidak butuh waktu lama bagi tim ini untuk melesat ke level tertinggi. Di bawah bendera Miracle Dance Lombok, mereka sukses menembus kompetisi skala nasional hingga internasional, salah satunya adalah ajang World of Dance (WOD) yang diselenggarakan di Jakarta.
Baca Juga: Hujan Rekor di Kolam Renang! Atlet Akuatik Kota Mataram Tampil Perkasa di Porprov XII NTB 2026
“Di World of Dance Jakarta, kami ikut yang team division dan berhasil dapat Juara 3,” ungkapnya dengan mata berbinar penuh kebanggaan.
Jadwal latihan mereka pun menyesuaikan dengan agenda penampilan. Jika sedang tidak bersiap untuk kompetisi atau pengisi acara, mereka berlatih secara reguler dua kali dalam seminggu.
Namun, jika ada panggilan besar seperti pembukaan Porprov NTB ini, porsi latihan langsung digenjot setiap hari demi memastikan kesempurnaan penampilan.
Jadwal latihan yang super padat tak pelak menguras energi bocah-bocah ini. Ketika ditanya bagaimana mereka mengelola rasa lelah dan waktu istirahat, Gwen membagikan rutinitasnya yang cukup ketat.
"Kalau pulang malam setelah latihan itu, saya langsung mandi, makan, terus tidur. Besoknya harus langsung sekolah lagi," tuturnya.
Meskipun harus membagi fokus antara dunia tari profesional dan kewajiban akademis, Gwen menegaskan, aktivitas sekolahnya sama sekali tidak terganggu.
Semangatnya tetap berkobar karena menari sudah menjadi belahan hobinya. Namun, ia tidak menampik manajemen waktu terkadang menuntut dispensasi khusus.
“Sekolah tetap aman, tapi kadang-kadang memang harus minta surat izin kalau pas ada jadwal tampil (job)," tambahnya.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan