LombokPost – RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar In House Training bagi seluruh civitas hospitalia.
“Materi yang diberikan antara lain, Bantuan Hidup Dasar (BHD), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK), serta Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP),” terang Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG., Subsp. F.E.R., M.Kes., M.Sc., Selasa (21/7).
Ia menjelaskan, peningkatan kualitas pelayanan bergantung pada kelengkapan sarana dan prasarana. Berikutnya, kompetensi seluruh sumber daya manusia yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan bidang yang terus berkembang. Sehingga seluruh tenaga di lingkungan rumah sakit harus mampu mengikuti perubahan standar, baik dari sisi keselamatan pasien, pengendalian infeksi, hingga penanganan kegawatdaruratan.
“Kami ingin memastikan seluruh civitas hospitalia memiliki pemahaman dan kompetensi yang sama terhadap standar pelayanan rumah sakit. Dengan demikian, setiap pasien akan mendapatkan pelayanan yang aman, profesional, dan berkualitas,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 5 RSUD H. Moh. Ruslan itu menjadi bagian dari komitmen rumah sakit. Memastikan setiap tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung memiliki kompetensi yang sesuai standar pelayanan dan akreditasi rumah sakit.
Pelatihan tersebut dibuka oleh Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, Lalu Ery Setiawan, S.E. Dihadiri Wakil Direktur Pelayanan, jajaran direksi, narasumber, dan seluruh peserta pelatihan.
Ia menjelaskan, pelatihan dilaksanakan secara bertahap. Mulai 30 Juni hingga 30 September 2026 agar seluruh pegawai dapat mengikuti materi tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Materi Bantuan Hidup Dasar (BHD), kata dia, menjadi kemampuan dasar yang wajib dimiliki seluruh tenaga rumah sakit. Memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan.
Baca Juga: BIZAM Lombok Ajak Puluhan Siswa SD Belajar Keselamatan Penerbangan
“Sementara materi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) bertujuan memperkuat budaya kerja yang mampu meminimalkan risiko infeksi di lingkungan rumah sakit,” paparnya.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK). Menciptakan lingkungan kerja yang aman, serta Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) sebagai bagian dari upaya membangun budaya mutu yang berkesinambungan.
Menurut dr. Eka, pelatihan ini ditujukan memenuhi persyaratan akreditasi rumah sakit. “Berikutnya menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Akreditasi memang penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan dalam pelayanan sehari-hari,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan In House Training ini, RSUD H. Moh. Ruslan berharap seluruh civitas hospitalia semakin siap menghadapi berbagai tantangan pelayanan kesehatan. Sekaligus memperkuat budaya keselamatan pasien di setiap unit kerja.
Dengan SDM yang terus ditingkatkan kompetensinya, rumah sakit milik Pemerintah Kota Mataram tersebut optimistis dapat menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, berorientasi pada mutu, serta mampu memenuhi harapan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang prima. “Target kami adalah menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, tepat, aman, dan mampu memberikan rasa nyaman kepada masyarakat,” katanya.
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Rilis