LombokPost – Dinas Pertanian Kota Mataram mulai mengembangkan kebun cabai sebagai percontohan kemandirian pangan di lahan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) seluas 17 are. Program tersebut dijalankan melalui pola kemitraan tanpa menggunakan anggaran daerah.
Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram Lalu Johari mengatakan, seluruh kebutuhan awal seperti bibit, obat-obatan hingga pendampingan budidaya diperoleh melalui kerja sama dengan Champion Cabe asal Lombok Timur. “Awalnya kami studi banding ke sana, kemudian diberikan bibit, obat-obatan dan pendampingan. Jadi ini murni kemitraan,” ujarnya, Senin (20/7).
Lahan percontohan berada di kawasan BPP di belakang Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan. Kebun tersebut menjadi tindak lanjut program pemberdayaan yang sebelumnya melibatkan Tim Penggerak PKK Kota Mataram.
Menurutnya, pengembangan kebun cabai tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian. Sekaligus menjadi lokasi pembinaan kelompok tani.
Meski tidak memiliki anggaran khusus, kegiatan budidaya tetap berjalan. Mengandalkan gotong royong pegawai dan tenaga teknis di lingkungan Dinas Pertanian.
Penyiraman tanaman dilakukan secara bergiliran melalui jadwal yang telah disusun. Sementara pemupukan dikerjakan oleh petugas lapangan.
Untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman, dinas memanfaatkan tenaga Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang dimiliki. “Teman-teman kami jadwalkan menyiram setiap hari. Pemupukan juga dilakukan bersama. Kalau ada indikasi penyakit tanaman, petugas OPT langsung melakukan penanganan,” jelasnya.
Saat ini tanaman cabai sudah memasuki fase berbunga. Penanaman dilakukan secara bertahap sehingga diharapkan masa panen nantinya juga berlangsung bergelombang.
Seluruh proses perkembangan tanaman, mulai dari penanaman hingga perawatan harian, juga didokumentasikan. “Sebagai bahan evaluasi sekaligus pembelajaran bagi kelompok tani yang akan dibina,” terangnya.
Program tersebut diharapkan menjadi contoh pengembangan komoditas hortikultura tetap dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan mitra. “Tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pendanaan APBD,” pungkasnya.
Baca Juga: Tenis Meja Loteng Sabet Dua Emas di Porprov NTB 2026
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Liputan Berita Lombok Post