LombokPost - Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Kota Mataram berlangsung semarak. Dipusatkan di Taman Sangkareang, ajang tahunan ini diwarnai dengan kehadiran Bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digelar selama dua hari, 24 sampai 25 Juli ini.
Kegiatan yang digagas Panitia Koperasi Provinsi di bawah kepemimpinan Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) NTB Lalu Anis Mujahid.
“Sudah dibuka secara resmi tadi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram mewakili Wali Kota Mataram,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disperinkop UKM) Kota Mataram Jemmy Nelwan.
Sebanyak 30 pelaku UMKM memadati area bazar untuk menjajakan produk unggulan mereka. Dari total peserta, 10 UMKM merupakan binaan Pemerintah Provinsi NTB, sementara 20 UMKM lainnya berasal dari pelaku usaha lokal Kota Mataram. Selain bazar UMKM, panitia juga menghadirkan kegiatan bakti sosial seperti donor darah dan cek kesehatan gratis hasil kolaborasi dengan Dinas Kesehatan serta RSUD Kota Mataram, disamping pelaksanaan pasar murah sembako dari Pemprov NTB.
Baca Juga: Disperinkop UKM Mataram Serahkan Bantuan 50 Unit Mesin Jahit untuk UMKM
“Hari ini pembukaan bazar UMKM yang diikuti 30 peserta. Kita juga menggelar donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis bersama Dinas Kesehatan dan RSUD Kota Mataram, serta pasar murah sembako dari provinsi. Besok (hari ini, Red) acara akan dilanjutkan dengan Jalan Sehat yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, pengurus, serta anggota koperasi se-Kota Mataram,” ujarnya.
Melihat respons positif dan besarnya animo para pedagang untuk berjualan di pusat-pusat keramaian.
Pemkot telah menyiapkan langkah strategis untuk memfasilitasi para pelaku usaha kecil secara berkelanjutan.
Jemmy membeberkan, program penataan pusat kegiatan ekonomi UMKM di tingkat wilayah kecamatan sedang dimatangkan.
“Dampaknya sangat luar biasa. Kita melihat begitu tinggi antusiasme dari UMKM yang ingin berjualan di tempat-tempat strategis. Karena itu, program ke depan kami akan membuat spot-spot khusus UMKM di enam kecamatan,” ungkapnya.
Program fasilitas tempat usaha permanen tersebut ditargetkan mulai terealisasi pada tahun 2027 mendatang.
Berbeda dengan konsep Car Free Day (CFD) yang bersifat sementara. Pusat spot UMKM ini akan dirancang secara permanen dan dilengkapi sarana penunjang yang memadai.
“Pemkot akan memfasilitasi pedagang dengan berbagai peralatan permanen seperti tenda, kursi, hingga jaringan Wi-Fi," jelasnya.
Mengenai alokasi anggaran dan regulasi waktu operasional spot UMKM kecamatan tersebut, Jemmy menyebutkan saat ini pihak Disperinkop UKM Kota Mataram masih melakukan kajian teknis dan penyesuaian kondisi di lapangan agar dapat dianggarkan secara matang pada APBD 2027.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan