LombokPost - Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB membawa angin segar bagi penerimaan pajak daerah di Kota Mataram. Ajang olahraga multi-event tersebut berdampak signifikan terhadap lonjakan keterisian kamar hotel atau okupansi, khususnya hotel kelas melati yang menjadi pilihan utama para kontingen dari berbagai kabupaten/kota.
“Ya pasti ada dampaknya ya,” kata Kepala Bidang Pelayanan, Penagihan, dan Penyuluhan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram Ahmad Amrin.
Amrin mengatakan, dampak finansial secara menyeluruh dari gelombang wisatawan dan atlet Porprov ini masih dalam tahap pendataan hingga akhir bulan.
Baca Juga: Koleksi 74 Medali Emas Lombok Barat Naik Peringkat Juara Umum III Porprov NTB 2026
“Dampaknya secara pasti baru bisa kita kumpulkan datanya pada minggu terakhir, sekitar tanggal 27 nanti. Tapi proyeksi kita, dipastikan ada peningkatan realisasi pendapatan dari sektor pajak hotel dibanding rata-rata penerimaan bulanan biasa,” jelasnya.
Ia menjelaskan, dampak kenaikan pajak daerah saat ini didominasi oleh sektor perhotelan. Sementara untuk sektor pendukung lain seperti kafe dan restoran, peningkatannya tidak terlalu signifikan dan cenderung berjalan stabil seperti hari-hari biasa.
Berdasarkan laporan awal yang masuk ke BKD Kota Mataram, pergerakan keterisian kamar didominasi oleh akomodasi kelas menengah ke bawah. Kebutuhan tempat tinggal bagi ratusan atlet, hingga panitia dari seluruh kabupaten/kota se-NTB membuat hotel-hotel non-bintang laku keras.
"Dari laporan awal, sebagian besar yang banyak dipakai adalah hotel kelas melati. Banyak sekali hotel melati yang terisi penuh,” terangnya.
Kondisi ini terbilang wajar mengingat adanya penyesuaian alokasi anggaran dari masing-masing kontingen kabupaten dan kota yang hadir bertanding. Meski didominasi hotel melati dengan tarif relatif terjangkau, tingginya volume pemesanan diyakini bisa memberi sumbangsih besar bagi PAD Kota Mataram.
“Meskipun hotel melati, tapi karena jumlahnya banyak dan terisi padat, itu tetap menyumbang angka yang lumayan besar untuk pajak daerah,” tambahnya.
Baca Juga: Karate Rebut Lima Emas, Lombok Barat Raih 73 Emas Lampaui Raihan Porprov Sebelumnya
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) I Made Adiyasa memprediksi okupansi hotel di Mataram akan tetap stabil hingga Porprov NTB berakhir. Meski begitu, ia mengakui peningkatan okupansi terjadi hanya terjadi pada hotel-hotel rekanan.
“Hotel-hotel yang jadi rekanan kontingen Porprov rata-rata berkontribusi sampai 80 persen keterisian kamarnya,” katanya.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan