LombokPost - Wali Kota Mataram Mohan Roliskana memberikan sinyal kuat akan melakukan evaluasi mendalam terhadap skala prioritas pembangunan dan fasilitas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruslan Kota Mataram. Fokus yang menjadi perhatian mendesak orang nomor satu di Kota Mataram tersebut adalah rusaknya alat Magnetic Resonance Imaging (MRI).
“MRI ini kan sangat vital untuk kebutuhan pemeriksaan pasien. Tapi memang kemarin dijelaskan harganya mahal sekali dan proses perbaikinya rumit,” kata Mohan.
Langkah ini diambil untuk memastikan pelayanan medis di rumah sakit rujukan tersebut tetap optimal di tengah keterbatasan anggaran dan infrastruktur. Fasilitas medis pemindai tubuh tersebut dinilai sangat vital untuk mendeteksi berbagai penyakit berat pasien. Namun, biaya perbaikan maupun pengadaan unit baru membutuhkan dana yang sangat besar.
Baca Juga: Alat MRI RSUD Kota Mataram Rusak, Terpaksa Rujuk Pasien ke Luar Daerah
Mengingat pentingnya alat tersebut bagi status RSUD sebagai rumah sakit rujukan, Pemkot saat ini tengah mengkaji berbagai opsi percepatan pengadaan. Pihaknya tak menampik membuka peluang kerja sama atau mencari skema pendanaan luar daerah untuk merealisasikan ketersediaan alat canggih tersebut.
Di saat yang sama, Direktur RSUD Kota Mataram (Dirut RSUD) juga telah mengajukan proposal bantuan pengadaan sarana ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Namun, Pemkot masih menunggu kepastian dan progres dari usulan tersebut.
“Kita tunggu saja,” ucapnya.
Di tengah ketidakpastian bantuan pusat untuk alat MRI, manajemen RSUD juga memiliki rencana ekspansi lain. Di antaranya adalah penambahan poliklinik baru serta perluasan ruang rawat inap untuk menampung lonjakan pasien yang selama ini kerap mengeluhkan keterbatasan tempat tidur.
Kondisi inilah yang membuat Mohan harus memutar otak untuk menentukan skala prioritas. Manajemen RSUD diminta tidak hanya berfokus pada pengembangan program medis, tetapi juga harus cermat memperhitungkan kebutuhan infrastruktur penunjang yang paling mendesak bagi masyarakat luas.
Baca Juga: Tingkatkan Mutu Layanan dan Akreditasi, RSUD Ruslan Mataram Gelar Training Maraton Tiga Bulan
“Bu Dir (Direktur RSUD) kan ada rencana menambah poli dan ruang rawat inap karena kapasitas kita terbatas. Nah, ini yang harus kita timbang-timbang dulu, mana yang lebih prioritas untuk saat ini,” tegasnya.
Dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), Mohan mengklaim tenaga medis dan operator di RSUD Kota Mataram sejatinya sudah sangat siap dan kompeten. Bahkan usulan kebutuhan operator alat medis canggih pun sudah disiapkan. Meski demikian, kualitas SDM yang mumpuni tersebut dinilai akan sia-sia jika tidak ditunjang oleh infrastruktur dan fasilitas medis yang memadai.
“Cuman ini harus ditunjang dengan infrastruktur yang ada disitu,” jelasnya.
Direktur RSUD Ruslan Eka Nurhayati mengungkapkan, fasilitas pemindaian canggih tersebut sudah mengalami kerusakan parah. Ironisnya, karena usia pakai alat yang telah mencapai sepuluh tahun, perbaikan sudah tidak mungkin lagi dilakukan secara parsial.
“Sudah hampir berapa bulan rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi karena faktor usia alat yang sudah tua. Dampaknya, setiap ada pasien yang membutuhkan tindakan pemeriksaan MRI, terpaksa harus kami rujuk ke luar daerah,” katanya.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan