LombokPost - Penunjukan Aini Kurniati sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang (AMGM) tidak sekadar untuk mengisi kekosongan pimpinan pascadirektur utama sebelumnya terjerat kasus hukum.
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menekankan penunjukan ini menjadi penting untuk melakukan konsolidasi internal, memulihkan integritas, serta memastikan tugas penarikan retribusi sampah hingga pengelolaan CSR daerah tidak terganggu.
“Supaya bisa untuk segera mengondisikan situasi di PDAM,” kata Mohan.
Langkah cepat penunjukan pimpinan sementara ini diambil demi mengamankan keberlangsungan operasional BUMD milik bersama Pemkot dan Pemkab Lombok Barat (Lobar) tersebut. Surat Keputusan (SK) penunjukan resmi telah ditandatangani oleh Pemkot dan Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha pada 23 Juli 2026.
Mohan menegaskan, fokus utama pemegang saham saat ini berada pada penguatan fondasi internal perusahaan. Karyawan diharapkan dapat kembali bekerja tenang dan fokus pada standar pelayanan terbaik.
“Yang paling utama kami harapkan adalah konsolidasi ke dalam untuk memperkuat kinerja, membangkitkan kembali semangat seluruh karyawan, dan tetap harus menjaga integritas. Itu hal mendasar yang kami tekankan,” terangnya.
Mohan menjelaskan, penunjukan Aini Kurniati didasari atas rekam jejak senioritas dan pengalamannya yang pernah menjabat di posisi serupa. Masa tugas Plt ini ditetapkan berlaku selama enam bulan ke depan, yakni hingga Januari mendatang. Sebelum nantinya dibuka proses seleksi kembali untuk jajaran direksi definitif.
Di samping urusan teknis distribusi air bersih, Mohan mengungkapkan PT AMGM mengemban sejumlah mandat penting dari pemerintah daerah. Salah satunya adalah fungsi penarikan retribusi sampah warga Kota Mataram yang dititipkan melalui lembar tagihan bulanan pelanggan PDAM.
“Kami ingin emastikan seluruh pelayanan dan penarikan tersebut tidak boleh terganggu sama sekali,” jelasnya.
Baca Juga: Bupati Lobar Terjaring OTT Dugaan Atas Jual Beli Proyek di PT AMGM
Tidak hanya retribusi sampah, transparansi dan pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT AMGM juga menjadi poin evaluasi utama. Pemegang saham meminta agar CSR perusahaan diarahkan secara optimal untuk menyasar kepentingan publik dan kemaslahatan masyarakat luas.
Untuk memastikan pesan dan target ini dipahami hingga tingkat bawah, jajaran pemegang saham berencana menggelar pertemuan khusus bersama seluruh jajaran direksi serta staf PT AMGM dalam waktu dekat.
“Kami ingin mengingatkan kembali tentang standar pelayanan baku serta harapan-harapan kami sebagai pemegang saham agar seluruh roda organisasi berjalan baik,” tambahnya.
Terkait pembentukan direksi definitif, Mohan menyebutkan pihak pemegang saham belum menentukan jadwal pastinya. Pemerintah daerah memilih memfokuskan stabilitas organisasi dan pelayanan publik di bawah kepemimpinan Plt hingga enam bulan mendatang.
“Kita liat setelah 6 bulan nanti,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan