LombokPost – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram mulai mematangkan persiapan pelaksanaan proyek Citywide Inclusive Sanitation Project (CISP) Paket Sewerage Pipe Installation Mataram A-CWIM-02. Salah satu tahapan yang dilakukan yakni simulasi arus lalu lintas di Jalan Pabean, Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan.
“Simulasi ini sebagai langkah awal sebelum dimulainya pekerjaan pemasangan jaringan perpipaan air limbah domestik,” terang Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kota Mataram Budi Mulyono, Selasa (28/7).
Simulasi ini berdasarkan perkiraan proyek akan berdampak terhadap aktivitas lalu lintas di kawasan tersebut. Budi menjelaskan simulasi bertujuan memastikan pelaksanaan proyek berjalan baik.
Mengantisipasi gangguan bagi masyarakat maupun pengguna jalan. “Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan konstruksi,” terangnya.
Pihaknya ingin memastikan pola pengaturan lalu lintas diterapkan nantinya benar-benar efektif. “Sehingga dampak pekerjaan terhadap aktivitas masyarakat dapat diminimalkan,” ujarnya.
Dalam simulasi yang dimulai pukul 08.30 WITA itu, tim melakukan pengamatan. Antara lain pada kondisi lalu lintas eksisting sekaligus menguji sejumlah skenario rekayasa lalu lintas selama proses pemasangan pipa berlangsung.
Menurut Budi, hasil simulasi akan menjadi dasar menentukan sistem pengaturan kendaraan. Berikutnya akses keluar masuk masyarakat, hingga penempatan rambu-rambu sementara.
Rekayasa lalu lintas tersebut juga disiapkan meningkatkan aspek keselamatan pengguna jalan. Begitu juga bagi keselamatan pekerja proyek di lapangan.
“Melalui simulasi ini kita bisa mengetahui titik-titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan, sehingga langkah antisipasi bisa disiapkan sejak awal,” jelasnya.
Baca Juga: Salurkan Dana Zakat BAZNAS, Dinsos Mataram Bagikan Kaki Palsu untuk Kemandirian Warga Disabilitas
Kegiatan simulasi melibatkan berbagai instansi terkait. Antara lain Direktorat Lalu Lintas Polda NTB, Polres Ampenan, Polsek Ampenan, Dinas Perhubungan Kota Mataram.
Berikutnya, Local Project Management Unit (LPMU) Dinas PUPR Kota Mataram. “Ada juga dari PT Pertamina, Camat Ampenan, Lurah Ampenan Tengah, serta Lurah Bintaro,” terangnya.
Kolaborasi lintas instansi tersebut dilakukan agar seluruh pemangku kepentingan memiliki persepsi yang sama terhadap pola pengaturan lalu lintas. Dengan demikian, setiap potensi hambatan di lapangan dapat diantisipasi melalui koordinasi yang lebih cepat dan efektif.
Proyek CISP merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan layanan sanitasi perkotaan. Melalui pembangunan jaringan perpipaan air limbah domestik yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Karena itu, setiap tahapan pelaksanaan proyek dipastikan memperhatikan keselamatan masyarakat. “Dengan adanya simulasi ini, kami berharap pekerjaan konstruksi nantinya dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” pungkasnya. (zad/r9)
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Rilis