LombokPost –Direktur PT Air Minum Giri Menang (AMGM) Sudirman ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus hukum ini dinilai harus menjadi titik balik pembenahan menyeluruh di tubuh perusahaan daerah milik Kota Mataram bersama Lombok Barat tersebut.
“Memang terkait dengan kasus hukum yang menimpa direktur PT AMGM itu, secara umum ini musibah,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram Irawan Aprianto, pada Lombok Post, Jumat (31/7).
Penetapan tersangka itu mengakibatkan perubahan nakhoda sementara di internal PT AMGM. Seperti diketahui Wali Kota Mataram bersama Wakil Bupati Lombok Barat telah menunjuk Aini Kurniati sebagai Plt Direktur Utama PT AMGM.
Irawan berharap pergantian kepemimpinan tidak hanya menjadi pergantian figur. Namun diikuti reformasi tata kelola, efisiensi anggaran, hingga peningkatan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Irawan berharap kondisi tersebut harus dijadikan momentum. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan perusahaan.
“Memperkuat tata kelola PT AMGM yang lebih baik supaya pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat,” harapnya.
Menurut Irawan, perhatian publik tidak boleh berhenti pada proses hukum semata. Persoalan mendasar yang selama ini dihadapi pelanggan, terutama distribusi air yang belum merata dan gangguan layanan di sejumlah wilayah Kota Mataram maupun Kabupaten Lombok Barat, juga harus segera diselesaikan.
Ia menilai momentum pergantian pimpinan harus dimanfaatkan. Memastikan pengelolaan perusahaan berjalan lebih profesional.
Sehingga persoalan-persoalan pelayanan yang selama ini berlarut-larut dapat diselesaikan. “Wabil khusus persoalan-persoalan yang selama ini berkepanjangan dan belum bisa diselesaikan, termasuk keterjangkauan air di itu harus menjadi perhatian,” tegasnya.
Irawan menyinggung pentingnya evaluasi terhadap pengelolaan keuangan perusahaan. Menurutnya, setiap rupiah anggaran harus benar-benar diarahkan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Bagaimana supaya pengelolaan perusahaan dan keuangan bisa lebih efisien dan efektif untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, tata kelola yang baik juga harus dibangun. Di atas prinsip transparansi dan akuntabilitas sehingga kepercayaan publik terhadap PT AMGM dapat dipulihkan.
“Kalau pengelolaannya profesional,” ujarnya.
Dalam konferensi pers penanganan perkara yang dilakukan KPK sebelumnya, lembaga antirasuah itu menyinggung masih adanya persoalan layanan air di tengah dugaan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani. Bagi Irawan, kondisi tersebut semakin memperkuat pentingnya pembenahan internal.
Harapan tersebut kini tertuju kepada Aini. Meski masa jabatannya diperkirakan hanya berlangsung beberapa enam bulan, Irawan menilai waktu tersebut cukup untuk menunjukkan komitmen melakukan perubahan.
“Ini menjadi kesempatan untuk membuktikan kemampuannya,” ujarnya.
Menurutnya, Aini memiliki modal karena berasal dari internal perusahaan. Sebelummnya Aini menduduki posisi Direktur Umum dan Keuangan PT AMGM.
Politisi PKS ini menilai, rekam jejak itu merupakan modal memahami berbagai persoalan yang selama ini dihadapi. “Dia orang dalam, orang lama. Artinya dia tahu seluk-beluk PT AMGM ini dan sekarang punya momentum untuk membuktikan diri. Silakan buktikan,” katanya.
Irawan menilai berasil ataupun gagal Aini selama menjabat Plt akan menjadi salah satu pertimbangan penting. Bagi para pemegang saham dalam menentukan kepemimpinan definitif PT AMGM.
“Kalau selama masa jabatannya mampu menunjukkan kinerja yang baik, tentu itu menjadi nilai tambah. Sebaliknya, kalau tidak ada perubahan yang signifikan, tentu akan menjadi pertimbangan bagi pemegang saham menentukan langkah berikutnya,” pungkasnya.
Baca Juga: Ruben Loftus-Cheek Kemungkinan Dipertahankan Ruben Amorim, Ada Peran Baru Untuknya di AC Milan
Sebelumnya, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana berharap persoalan hukum yang menimpa pucuk pimpinan PT AMGM tak mengganggu ritme kerja karyawan. “Kami ingin memastikan seluruh pelayanan tidak boleh terganggu sama sekali,” tegasnya.
Untuk memastikan pesan dan target ini dipahami hingga tingkat bawah para pemegang saham berencana menggelar pertemuan khusus. Melibatkan seluruh jajaran direksi serta staf PT AMGM dalam waktu dekat.
“Kami ingin mengingatkan kembali tentang standar pelayanan baku serta harapan-harapan kami sebagai pemegang saham agar seluruh roda organisasi berjalan baik,” tegasnya.
Terkait penunjukann direktur definitif pengganti Sudirman, Mohan menyebutkan pihak pemengam saham belum menentukan jadwal pastinya. Pihaknya memilih fokus stabilitas organisasi dan pelayanan publik di bawah kepemimpinan Plt hingga beberapa bulan ke depan.
“Kita liat setelah 6 bulan nanti,” pungkasnya.
Sumber : Liputan Berita Lombok Post