Kayla Tanisha Putri, Siswi SMAK Kesuma Mataram Lolos GBN 2026 Tampil di Istana Negara

Chia • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 10:34 WIB
Kayla Tanisha Putri
Kayla Tanisha Putri

 

Gesekan biola Kayla Tanisha Putri mengalun lembut. Gadis 16 tahun itu membuktikan, duka mendalam dan latihan mandiri tanpa sosok mentor tak memadamkan mimpinya sejak kecil. Tampil megah di Istana Negara pada Upacara 17 Agustus mendatang.

----------------

Terik matahari di pertengahan hari itu tidak sedikit pun mengusik fokus Kayla Tanisha Putri. Riuh suasana sekolah, gadis berpostur mungil itu berdiri tegap di sudut lapangan basket SMAK Kesuma Mataram.

Mengenakan seragam putih abu-abu berlapis rok kotak-kotak merah, jemari lentiknya menekan dawai biola dengan begitu lembut.

Tatapan teduh dan dagu yang menempel pas pada chinrest instrumen kayunya, penggesek biola di tangan kanannya bergerak mantap, mengalunkan nada-nada indah yang seketika memecah keheningan kompleks sekolah.

Bagi siswi kelas XI IPA ini, biola bukan sekadar instrumen musik gesek biasa. Alat musik bernada tinggi itu adalah penyambung asa dan mimpi masa kecil yang telah ia rawat sejak masih balita.

Sejak berusia 2,5 tahun, Kayla kecil sudah menunjukkan ketertarikan yang tak biasa pada biola. Rasa penasaran itu tumbuh karena ia sering diajak sang ayah menonton rekaman pertunjukan orkestra.

“Dulu saya berharap sekali dari umur 3 tahun, saya ingin banget main di Istana Negara. Dan akhirnya saya mencari info gimana caranya supaya saya bisa main di sana,” katanya. 

Baca Juga: Dua Siswi SMAK Kesuma Mataram Tampil di Level Nasional

Melihat kesungguhan sang putri, orang tuanya akhirnya membelikan biola sungguhan saat Kayla menginjak kelas 3 Sekolah Dasar (SD).

Sejak saat itulah ia mulai menempa bakatnya melalui les privat secara intensif. Bakat dan ketekunannya diasah dari hari ke hari. Berbagai kompetisi lokal pun ia ikuti, mulai dari menjadi violinist dalam grup band sekolah hingga meraih juara pertama dalam ajang Aksi Smanda 2024.

Perjalanan menuju panggung impian di ibu kota tak pernah berjalan mulus. Di tengah perjuangannya yang sedang bersemangat, ujian berat menghampiri.

Guru sekaligus mentor musik yang selama ini setia membimbing dan mengarahkan setiap nada yang ia mainkan, menghembuskan napas terakhir. Kehilangan sosok pelatih yang amat dihormatinya itu memukul batin Kayla hingga berada di titik terendah dalam hidupnya.

“Waktu itu saya ngerasa terpuruk banget. Rasanya kayak udah gak mau lagi main biola, patah semangat,”kenangnya.

Duka mendalam sempat membuat Kayla memilih berhenti sejenak. Ia menggantungkan biolanya dan mencoba menjalani hari-hari tanpa musik.

Di tengah jeda tersebut, ia justru merasa ada sesuatu yang hilang. Hatinya merasa hampa.

Baca Juga: Kabar Bagus Buat Warga Mataram! Kuota Bedah Rumah Melonjak Jadi 764 Unit, Syarat Sertifikat Tanah Resmi Dihapus

Kesepian yang hadir di masa istirahatnya itu justru menjadi cermin yang menyadarkan Kayla, kalau biola telah menjadi bagian tak terpisahkan dari jiwanya. Ia sadar, berhenti bukanlah cara untuk menghormati kenangan sang guru.

“Saya juga ngerasa sepi banget hidup saya gitu, jadinya yaudah saya balik lagi dan bangkit lagi,” ucapnya. 

Dengan tekad yang kembali membara, Kayla memilih untuk bangkit. Tanpa kehadiran sosok mentor di sampingnya, dara kelahiran NTB ini nekat melangkah sendirian.

Ia memulai proses latihan mandiri yang teramat berat. Kayla harus belajar menganalisis teknik permainan secara otodidak, mencari referensi karya secara mandiri, hingga mempersiapkan seluruh berkas dan perekaman video seleksi tanpa pendampingan profesional.

Usaha itu akhirnya membuahkan hasil manis di tahun 2026. Kayla dinyatakan lolos seleksi Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026. Ia menjadi satu-satunya musisi instrumen biola yang berhasil lolos untuk mewakili NTB menuju panggung megah Istana Negara.

“Bersyukur sekali, saya bisa diterima, karena ini memang cita-cita mimpi saya sejak kecil,” ucapnya dengan bangga. (bersambung) 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
SMAK KESUMA MATARAM GITA BAHANA NUSANTARA ORCHESTRA HUT RI 17 Agustus Mataram