LombokPost - Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi memulai pengerjaan proyek Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo, Ampenan, Kota Mataram.
Proyek infrastruktur penanganan sampah tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026 mendatang.
Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) NTB, Dades Prinandes, mengonfirmasi pengerjaan fisik fasilitas pengolahan sampah modern ini telah berjalan sejak Juni lalu.
“Iya, sudah dimulai sejak Juni yang lalu. Rencana selesai akhir tahun 2026 ini,” kata Dades Prinandes.
Baca Juga: Pusat Bangun TPST Kebon Talo Rp 97 Miliar, Pemkot Mataram Tanggung Operasional
Dades menjelaskan, pekerjaan yang ditangani oleh pihak kementerian mencakup pembangunan struktur fisik bangunan beserta pengadaan peralatan operasional pendukung. Proyek vital pengelolaan lingkungan ini menelan anggaran sekitar Rp 52 miliar.
Meskipun seluruh pengadaan sarana dan prasarana masuk dalam lingkup proyek Kementerian PU, operasional harian fasilitas ini nantinya akan diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram.
“Pengadaan peralatan sekaligus dalam lingkup pekerjaan tersebut. Namun, dalam operasionalnya tetap oleh pemda,” tambahnya.
TPST Kebon Talo dirancang untuk memiliki kapasitas pengolahan hingga 60 ton sampah per hari. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi beban volume sampah harian yang selama ini masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Secara teknis, fasilitas ini bakal memprioritaskan pengolahan sampah dari dua wilayah kecamatan terdekat di Mataram, yakni Kecamatan Ampenan dan Kecamatan Sekarbela.
Lingkup pengolahan di lokasi mencakup penanganan sampah jenis organik maupun anorganik secara terpadu.
Baca Juga: Proyek TPST Kebon Talo Rp 87 Miliar Segera Dikerjakan
Dengan target penyelesaian fisik dan pemenuhan sarana pendukung pada akhir 2026, TPST Kebon Talo diproyeksikan siap diserahterimakan dan dapat langsung dioperasikan oleh Pemkot pada awal tahun berikutnya.
Langkah ini diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan dalam menuntaskan persoalan sampah di wilayah perkotaan secara lebih efektif dan efisien.
“Rencananya seperti itu,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi mengatakan TPST Kebon Talo tersebut nantinya akan sangat mampu menekan pembuangan sampah ke TPA.
Dengan produksi sampah harian Kota Mataram lebih dari 250 ton per hari, 60 ton dari itu akan diolah di TPST Kebon Talo.
Jika digabungkan dengan berbagai inovasi pengolahan sampah lain yang telah berjalan, Kota Mataram diperkirakan mampu mengolah lebih dari 135 ton sampah per hari secara mandiri.
Seperti TPST Sandubaya 45 ton per hari, serta program insinerator di TPS Sandubaya sekitar 20 ton per hari. Selain itu, program Tempah Dedoro diperkirakan mampu mengurangi sedikitnya 10 ton sampah organik setiap hari.
“Saya lihat memang sudah mulai pengerjaan, itu semua wewenang pusat,” tandasnya.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan