Dikes Mataram Minta Kemasan MBG Diberi Label Batas Konsumsi

Chia • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 10:39 WIB

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram Emirald Isfihan
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram Emirald Isfihan

LombokPost - Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mencantumkan label batas maksimal waktu konsumsi pada setiap wadah atau kemasan makanan.

Langkah ini dinilai penting untuk menjamin keamanan pangan dan mencegah risiko keracunan pada penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami minta ada komitmen nyata. Salah satunya menindaklanjuti pencantuman jadwal batas maksimal konsumsi di ompreng atau kemasannya. SPPG harus memantau ini secara langsung, jangan menyerahkan sepenuhnya ke sekolah,” kata Kepala Dinkes Kota Mataram Emirald Isfihan. 

Penegasan tersebut disampaikan Emirald usai menerima kunjungan jajaran Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) SPPG Kota Mataram.

Selain mengapresiasi dukungan Dikes dalam pelatihan keterampilan dapur, pertemuan ini dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi manajerial hingga tingkat bawah seiring dengan penguatan struktur kelembagaan BGN di pusat.

Baca Juga: MBG Jalan, Omset Kantin Sekolah di Mataram Anjlok

Tak hanya soal keamanan pangan, Dikes mendorong Korwil BGN untuk menyelaraskan program MBG dengan agenda prioritas daerah, khususnya percepatan penurunan angka stunting.

Pemantauan secara rutin dan konsisten menyasar tiga kelompok rentan, yakni ibu hamil (Bumil), ibu menyusui, dan balita (3B).

Di sisi lain, Emirald meminta BGN memetakan rantai pasok bahan makanan secara transparan. Ia mendorong pemanfaatan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan potensi lokal di setiap kelurahan sebagai penyuplai bahan baku MBG untuk menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

“Sesuai dengan tujuan awal program ini uuga untuk menghidupkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Terkait kelayakan operasional, Dikes memastikan terus mengawal penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dari sekitar 68 SPPG yang ada di Kota Mataram, mayoritas telah beroperasi dipastikan memegang izin sesuai sttandar kesehatan.

Menanggapi adanya SPBG yang sempat ditutup, Emirald menyebut penutupan tersebut merupakan kewenangan BGN yang dipengaruhi pelbagai faktor evaluasi teknis.

“Saya tidak terfokus ke sana,” singkatnya. 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
SPPG Makan Bergizi Gratis Mbg Dikes Mataram Mataram