Kayla Tanisha Putri Lolos GBN 2026 Tampil di Istana Negara, Berjuang Sendiri di Antara Ratusan Pesaing

Chia • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 09:35 WIB
Kayla Tanisha Putri saat memperagakan kebolehannya menggesek biola di hadapan tim juri seleksi tahap kedua Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026.
Kayla Tanisha Putri saat memperagakan kebolehannya menggesek biola di hadapan tim juri seleksi tahap kedua Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026.

Menyingkirkan ratusan musisi muda se-Indonesia lewat latihan mandiri, Kayla Tanisha Putri saat ini bersiap memasuki masa karantina GBN 2026.

Ia membawa harapan besar agar musik klasik di daerahnya makin mendapat tempat dan apresiasi.

---------------------------------

Keberhasilan Kayla Tanisha Putri menembus posisi sebagai delegasi Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026 bukanlah sebuah kebetulan.

Apalagi hadiah cuma-cuma. Untuk bisa mengamankan satu tempat di orkestra nasional tersebut, siswi SMAK Kesuma Mataram ini harus melewati rangkaian seleksi berjenjang yang teramat ketat dan menguras energi serta mental.

Perjuangan awal dimulai dari seleksi tahap pertama yang dilakukan secara daring melalui pengiriman video permainan musik. Tanpa kehadiran guru yang mendampingi, Kaila harus mengatur sendiri teknis perekaman. Rasa gugup yang melingkupi dadanya kerap membuat permainannya kurang maksimal, hingga ia harus melakukan rekam ulang (take) video berkali-kali sampai mendapatkan hasil sempurna.

Setelah dinyatakan lolos tahap awal, tantangan sesungguhnya baru dimulai. Kayla harus terbang menuju pusat seleksi di Jakarta untuk mengikuti seleksi tahap kedua secara langsung.

Di sana, ia berhadapan dengan persaingan yang sangat kompetitif. Pada kategori instrumen biola, tercatat ada sekitar 120 an peserta dari seluruh Indonesia di tahap awal, yang kemudian tersaring menjadi 70 hingga 80 orang di babak puncak seleksi.

Baca Juga: Kayla Tanisha Putri, Siswi SMAK Kesuma Mataram Lolos GBN 2026 Tampil di Istana Negara

“Di tahap kedua itu saya jauh lebih gugup karena dinilai langsung oleh empat juri hebat di depan mata. Rasanya benar-benar under pressure, apalagi diperhatikan juga oleh teman-teman peserta GBN dari daerah lain. Tapi untuk instrumen biola dari NTB, memang saya sendiri yang berjuang,” ujarnya, Kamis (30/7). 

Meski bertarung seorang diri tanpa kontingen rekan se-instrumen dari daerahnya, ketenangan dan kepiawaian Kayla dalam menggesek biola berhasil memukau para juri.

Ia pun dinyatakan resmi menjadi bagian dari korps orkestra GBN 2026.

Dukungan penuh mengalir dari pihak sekolah. SMAK Kesuma Mataram memberikan dispensasi dan keringanan izin belajar agar Kaila dapat fokus melengkapi berkas, mendalami materi lagu-lagu kebangsaan, serta menjaga kondisi fisik dan mental menjelang masa karantina di Jakarta.

“Sekolah tentu sangan mendukung, izin juga saya dipermudah,” jelasnya.

Sebagai remaja yang tumbuh dan mengasah bakat di NTB, Kayla tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga memikul asa para musisi muda di daerahnya.

Ia secara terbuka menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah dan masyarakat dapat memberikan perhatian serta apresiasi yang lebih layak bagi bakat-bakat seni musik klasik.

“Saya harap pemerintah bisa lebih mengapresiasi anak-anak yang memiliki bakat musik. Anak-anak di NTB sebenarnya banyak yang punya bakat luar biasa, tapi kadang kami merasa tidak punya tempat untuk tampil karena fokus di sini mungkin bukan di bidang musik,” tuturnya menyampaikan aspirasi.

Baca Juga: Dua Siswi SMAK Kesuma Mataram Tampil di Level Nasional

Tampil dalam Upacara Peringatan Kemerdekaan RI di Istana Negara pada 17 Agustus 2026 mendatang memang menjadi wujud pencapaian dari mimpi masa kecil Kaila.

Gadis yang pernah menjuarai Indonesia Winter Music Festival di Jakarta ini menegaskan, Istana Negara bukanlah titik akhir dari pengembaraan musiknya.

Setelah menyelesaikan tugas negara di Gita Bahana Nusantara dan melampaui kelulusan SMA nanti, Kayla telah menetapkan rencana masa depannya.

Ia berencana melanjutkan studi ke Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI) Yogyakarta untuk memperdalam ilmu musik akademis. 

Dari sana, Kayla juga menyimpan cita-cita yang jauh lebih tinggi. Terbang ke luar negeri, bergabung dengan orkestra internasional kelas dunia, dan membiarkan alunan biolanya terdengar di berbagai belahan benua.

“Ya rasanya itu mimpi terbesar saya,” katanya. 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
GITA BAHANA NUSANTARA ORCHESTRA HUT RI 17 Agustus Mataram istana merdeka