Marak Aksi Kriminalitas, Wali Kota Mataram Perketat Patroli Gabungan

Chia • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 09:21 WIB

 

Ilustrasi
Ilustrasi

 

LombokPost - Maraknya aksi kriminalitas dan tindakan melanggar hukum di ruang publik yang belakangan viral di media sosial mendapat atensi serius Pemerintah Kota Mataram.

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menegaskan, jajarannya akan memperketat pengawasan serta mengintensifkan patroli wilayah guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Mohan mengungkapkan, Pemkot terus memantau dinamika aktivitas warga, khususnya di lokasi-lokasi yang menjadi titik kumpul interaksi sosial seperti taman kota dan fasilitas publik lainnya. Menurutnya, sejumlah peristiwa kekerasan maupun gangguan ketertiban yang terjadi belakangan ini menjadi catatan penting yang harus disikapi secara berimbang dan tegas.

“Ini menjadi hal serius yang kami cermati bersama. Kita harus punya kesadaran bersama bahwa sebagai sebuah kota, rasa aman dan ketertiban merupakan investasi yang sangat berharga dalam proses pembangunan daerah,” kata Mohan. 

Baca Juga: Waspada, Modus Baru Kriminalitas Mengintai Penghuni Kos-Kosan di Mataram

Ia sangat menyayangkan timbulnya aksi kriminal yang kemudian beredar luas di media sosial.

Menurutnya, fenomena tersebut berpotensi memberikan dampak kurang baik terhadap citra Kota Mataram di mata publik luar maupun wisatawan. Karena itu, langkah preventif akan segera ditingkatkan melalui kolaborasi lintas instansi.

Pemkot bakal mempererat sinergi bersama jajaran Kepolisian (Polresta Mataram) serta TNI.

Patroli terpadu akan difokuskan menyasar titik-titik rawan dan pusat kegiatan masyarakat pada malam hari, termasuk area publik yang kerap dijadikan tempat berkumpul hingga larut malam.

Menjawab sorotan terkait efektivitas pengawasan Satpol PP, orang nomor satu di Kota Mataram ini menjelaskan pengawasan tidak memungkinkan dilakukan penuh 24 jam di seluruh sudut kota mengingat mobilitas warga yang sangat dinamis. Meski ada situasi tertentu yang luput, pengawasan berbasis prosedur tetap dioptimalkan.

“Tentu tidak bisa 24 jam penuh di semua lokasi. Ada situasi tertentu yang luput karena aktivitas masyarakat cukup kompleks. Namun secara prosedural, patroli dan pengawasan terus kita tingkatkan,” terangnya.

Mohan menegaskan belum perlu menerapkan langkah ekstrem seperti pengetatan di pintu masuk kota karena kondisi daerah dinilai masih terkendali dan tidak dalam status darurat.

Meski demikian, penertiban lokasi nongkrong malam tetap disiapkan. Ia mengimbau seluruh elemen warga untuk aktif menjaga kondusivitas kota demi memelihara citra positif daerah.

“Ya nanti saya akan mengambil langkah untuk itu,” jelasnya. (chi) 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
KRIMINALITASI Pemkot Mataram Mataram mohan