LombokPost - Produksi paving blok berbahan dasar sampah plastik di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya, Kota Mataram, kembali beroperasi normal. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nizar Denny Cahyadi memastikan pengolahan sampah plastik menjadi material bangunan tersebut siap memenuhi kebutuhan penataan lingkungan masyarakat.
Sebelumnya, aktivitas produksi di TPST Sandubaya sempat terhenti selama kurang lebih dua bulan akibat kerusakan pada mesin pembakar. Pemkot harus memesan komponen pengganti langsung dari Pulau Jawa.
“Suku cadang yang dipesan baru tiba sekitar tiga minggu lalu. Saat ini alat pembakarnya sudah terpasang dan proses produksi paving blok sudah berjalan kembali,” katanya.
Baca Juga: Target PAD Seret, DLH Mataram Sasar Sampah CFD
Saat ini, TPST Sandubaya mampu memproduksi sekitar 100 hingga 200 buah paving blok plastik setiap harinya.
Mohan menjamin pasokan bahan baku sampah plastik sangat melimpah untuk mendukung target produksi harian tersebut.
"Pasokan sampah plastik sangat cukup, bahkan berlebih. Kalau produksi kita tambah lagi, kasihan kapasitas mesinnya yang tidak memadai," jelasnya.
Mengenai pemanfaatan, Denny mengatakan paving blok hasil olahan sampah ini tidak untuk diperjualbelikan.
Kebijakan tersebut diambil agar manfaat keberadaan TPST Sandubaya dapat dirasakan langsung oleh warga Kota Mataram, khususnya untuk mempercantik pemukiman dan fasilitas umum.
Hasil produksi paving blok ini sebelumnya telah dimanfaatkan di berbagai lokasi, termasuk di lingkungan Kantor DLH Kota Mataram serta beberapa wilayah pemukiman warga.
“Saya sudah instruksikan agar paving blok ini jangan dijual dulu. Ini difokuskan untuk masyarakat yang membutuhkan, terutama untuk merapikan dan menata lingkungan,” terangnya.
Baca Juga: DLH Tata Lapak Pedagang di RTH Pagutan Mataram
Bagi masyarakat atau pengurus lingkungan yang membutuhkan bantuan paving blok, Pemkot menerapkan mekanisme pengajuan yang mudah.
Warga cukup mengirimkan surat permintaan resmi yang ditujukan kepada pihak pengelola atau dinas terkait.
Penyaluran paving blok nantinya akan disesuaikan dengan ketersediaan stok di TPST Sandubaya. Jika stok mencukupi, permintaan warga akan dipenuhi sesuai kebutuhan. Namun jika terbatas, bantuan akan disalurkan bertahap sesuai kondisi di lapangan.
“Ada bersurat aja, tergantung stok yang ada,” ucapnya.
Terkait komposisi pengolahan, TPST Sandubaya memiliki kapasitas pengolahan sampah hingga 45 ton per hari, yang terdiri dari sampah organik dan anorganik.
Dari total sampah yang masuk, porsi sampah plastik diperkirakan mencapai 30 hingga 50 persen dari keseluruhan volume pengolahan.
“Atau mungkin bisa kurang dia plastiknya itu sekitar 30 persen, organiknya yang 70 persen disitu,” jelasnya. (chi)
Editor : Kimda Farida